Yang Perlu Ngoni Tahu Tentang EURO 2020 (Bagian 2)

0
Sumber gambar: uefa.com

EURO 2020 terdiri dari 24 peserta yang terbagi ke dalam 6 grup (A-F), yakni:

Grup A: Italia (H), Turki, Wales, dan Swiss

Grup B: Denmark (H), Finlandia, Belgia, dan Rusia (H)

Grup C: Belanda (H), Ukraina, Austria, Makedonia Utara

Grup D: Inggris (H), Kroasia, Skotlandia (H), Ceko

Grup E: Spanyol (H), Swedia, Polandia, Slowakia

Grup F: Hongaria (H), Portugal, Prancis, Jerman (H)

Setiap grup memiliki setidaknya satu tuan rumah (A, C, dan E) dan dua tuan rumah (B, D, dan F).

Juara dan peringkat dua masing-masing grup, serta empat peringkat tiga terbaik, akan lolos ke babak gugur (16 besar).

Skuat

Untuk mengurangi beban pemain akibat pandemi COVID-19 dan kasus wabah dalam tim, jumlah skuat ditingkatkan dari 23 (digunakan di setiap Piala Eropa sejak 2004) menjadi 26.

Namun, jumlah maksimum pemain yang diizinkan pada lembar pertandingan untuk setiap pertandingan turnamen ini tetap berjumlah 23.

Setiap skuat tim nasional, yang mencakup tiga penjaga gawang, wajib diserahkan paling lambat sepuluh hari sebelum pertandingan pembuka turnamen (hingga 1 Juni 2021).

Jika seorang pemain mengalami cedera atau sakit yang cukup parah sehingga mencegahnya berpartisipasi dalam turnamen ini sebelum pertandingan pertama tim tersebut, maka ia dapat digantikan oleh pemain lain.

Namun, penjaga gawang masih dapat digantikan setelah pertandingan pertama tim tersebut karena ketidakmampuan fisik.

Aturan khusus terkait COVID-19

Pada 4 Mei 2021, Komite Eksekutif UEFA menyetujui aturan khusus berikut untuk turnamen putaran final akibat pandemi COVID-19 di Eropa:

  • Jika sekelompok pemain dari tim peserta ditempatkan ke karantina wajib atau isolasi mandiri setelah keputusan dari pejabat kesehatan nasional atau lokal karena positif SARS-CoV-2, maka pertandingan akan dilanjutkan sesuai jadwal selama tim tersebut memiliki waktu dan memiliki minimal 13 pemain (termasuk satu penjaga gawang).
  • Jika tim peserta tidak dapat menurunkan jumlah pemain minimum yang disyaratkan karena positif SARS-CoV-2, maka pertandingan dapat dijadwal ulang dalam waktu 48 jam ke depan dari tanggal asli pertandingan oleh administrasi UEFA, tergantung pada opsi penjadwalan ulang yang tersedia. Selain itu, UEFA dapat memindahkan pertandingan yang dijadwal ulang ke tempat alternatif jika dianggap sesuai.
  • Jika pertandingan tidak dapat dijadwal ulang, maka Badan Pengendalian, Etika, dan Disiplin UEFA akan memutuskan masalah tersebut. Tim peserta yang bertanggung jawab atas pertandingan yang tidak dimainkan, maka dianggap meninggalkan pertandingan dan kalah 3–0.
  • Jika ada anggota tim wasit yang ditunjuk harus diganti karena positif SARS-CoV-2, UEFA dapat mengecualikan untuk menunjuk seorang wasit pertandingan dengan kewarganegaraan yang sama dengan salah satu tim yang dipertandingkan dan/atau tidak ada dalam daftar FIFA.
Baca Juga:  Format, Regulasi, dan Hak Siar Liga 2 2020

Kriteria Peringkat

Jika dua tim atau lebih memiliki poin yang sama, maka peringkat ditentukan berdasarkan aturan berikut:

  1. Jumlah poin tertinggi yang diperoleh dalam pertandingan antara tim yang bersangkutan;
  2. Selisih gol yang lebih unggul yang dihasilkan dalam pertandingan antara tim yang bersangkutan;
  3. Jumlah gol yang dicetak terbanyak dalam pertandingan antara tim yang bersangkutan;
  4. Jika setelah menerapkan kriteria 1 hingga 3, tim-tim tersebut masih memiliki peringkat yang sama, kriteria 1 hingga 3 diterapkan kembali khusus untuk pertandingan antara tim yang masih imbang untuk menentukan peringkat akhir. Jika prosedur ini tidak berujung pada suatu keputusan, kriteria 5 hingga 10 berlaku;
  5. Selisih gol yang lebih unggul di seluruh pertandingan babak grup;
  6. Jumlah gol yang dicetak di seluruh pertandingan babak grup;
  7. Jumlah kemenangan terbanyak di seluruh pertandingan babak grup;
  8. Jika kedua tim saling bertemu dalam pertandingan terakhir babak grup dan keduanya memiliki jumlah poin yang sama, jumlah gol masuk dan gol kemasukan yang sama, dan skor berakhir imbang dalam pertandingan tersebut, maka peringkat dari kedua tim tersebut ditentukan melalui adu penalti. (Kriteria ini tidak digunakan jika lebih dari dua tim yang memiki jumlah poin yang sama.);
  9. Jumlah poin kedisiplinan terendah di seluruh pertandingan babak grup (1 poin untuk kartu kuning tunggal, 3 poin untuk kartu merah sebagai konsekuensi dari dua kartu kuning, 3 poin untuk kartu merah langsung, 4 poin untuk kartu kuning yang disertai kartu merah langsung);
  10. Posisi tertinggi dalam peringkat keseluruhan Kualifikasi Kejuaraan Eropa.
Baca Juga:  EURO 2020: Kejuaraan di Tengah Pandemi

Babak Gugur

Dalam babak gugur, jika pertandingan imbang hingga akhir waktu normal, perpanjangan waktu dimainkan (dua babak, masing-masing 15 menit), di mana setiap tim dapat melakukan pergantian pemain keenam. 

Jika masih imbang hingga akhir perpanjangan waktu, maka pertandingan ditentukan melalui adu penalti.

Sama seperti setiap edisi turnamen sejak Piala Eropa 1984, tidak ada pertandingan perebutan tempat ketiga.

Sumber: Wikipedia, uefa

Goroho.ID adalah media literasi nirlaba yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara, yang menyediakan platform untuk menulis. Kami menyajikan artikel yang ringan, menarik, dan informatif. Selengkapnya tentang kami bisa dibaca di sini

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.