Wonder Woman 1984: Drama Superhero Terbaik!

0
Sumber: IMDB

Wonder Woman 1984 (WW1984) is all your expectation in a superhero!

Opening Scene

Adegan pembuka film disuguhkan dengan flashback masa kecil Diana yang sedang berlari di Themyscira. Diana kecil sangat bersemangat untuk mengikuti olimpiade ala Amazonian (sebagai peserta terkecil dan termuda di antara para kesatria). Bahwasanya, adegan ini sangat luar biasa menegangkan (sejenak penonton dibuat lupa sedang menyaksikan opening scene WW1984. Yeah, hanya opening scene saja!)

Selanjutnya scene berpindah pada settingan era tahun 1980-an yang merupakan latar keseluruhan film ini. Nuansa yang disuguhkan di sini sangat memorable, sejenak kita akan dibuat flashback seperti menyaksikan film di teknologi televisi zaman dulu, atau sensasi menonton Wonder Woman ketika masih kecil.

Villains

Karakter Villain yang harus dilawan oleh Diana Prince kali ini adalah Max Lord, seorang pengusaha serakah yang telah bangkrut (but seriously he’s like the lamest villain ever!). Dan yang paling mengejutkan  adalah kemunculan salah satu karakter musuh bebuyutan Wonder Woman, yaitu Cheetah (kemunculan Cheetah sendiri sungguh sangat di luar ekspektasi).

Baca Juga:  12 Strong: Film Rambo Rasa Bonanza

Superhero bisa bu-cin? (yes!)

Kejutan lainnya adalah kembalinya Steve Trevor, menjadi salah satu boomerang terbaik yang berhasil memicu keluar sisi melankolis Diana Prince.

Steve selalu menjadi partner terbaik untuk Diana, pertarungan sengit melawan tank dan senjata anak buah Max Lord, menjadi salah satu adegan terbaik dari film ini.

Kemunculan Steve Trevor bukan hanya menambah good vibes, tetapi juga membawa kembali adegan kesedihan yang terulang.

Sumber: IMDB

New Equipment

Patty Jenkins (sutradara) sepertinya memberikan sentuhan yang berbeda pada sekuel Wonder Woman kali ini. Pada film sebelumnya, ditampilkan equipment armors Wonder Woman yang bertarung menggunakan pedang, perisai, dan Lasso of Truth. Tapi pada sekuel kali ini, ada Golden Eagle Armor yang merupakan pakaian baru yang sangat keren.

Golden Eagle Armor adalah baju kesatria yang dibuat secara tradisional oleh bangsa Amazon. Pakaian ini dulu dikenakan oleh salah satu ksatria legendaris, Asteria.

Beberapa highlight penulis

  • Ada sedikit kekacauan pada pengembangan karakter Diana Prince (Wonder Woman) pada sekuel WW kali ini.
  • Di fillm yang berlatar tahun 80-an (70 tahun setelah latar film pertama) ini, Diana diperlihatkan sudah bisa terbang dan mengenakan Golden Eagle Armor. Namun, tidak demikian di Justice League yang berlatar beberapa puluh tahun setelah WW1984.
  • Jika jiwa Steve Trevor hanya merasuki tubuh seseorang, sepertinya karakter (jiwanya) tidak perlu didandani menua juga kan? (apaan sih.. hahaha)
  • Pada adegan terbang perdananya, ada sedikit split yang membuat penonton sedikit kecewa dengan sentuhan CGI yang terkesan sedikit payah.
  • Pertarungan Wonder Woman dan Cheetah terlalu singkat, untuk film yang berdurasi 151 menit.
  • Middle Credit. Jangan langsung meninggalkan studio ketika film ini selesai yaa, ada spoiler keren pada middle credit-nya. Lynda Carter is back!! (oops).
  • Begitu banyak pesan moral pada film ini. That’s why: Wonder Woman 1984 is all your expectation in a superhero.

Goroho.ID adalah media literasi nirlaba yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara, yang menyediakan platform untuk menulis. Kami menyajikan artikel yang ringan, menarik, dan informatif. Selengkapnya tentang kami bisa dibaca di sini

Baca Juga:  [HBO Go] Ulasan: Zack Snyder's Justice League

Life's about upside down but I'm the CEO of my life

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.