Ulasan Film: The Suicide Squad (2021)

0
Sumber: IMDB

THE SUICIDE SQUAD

Directed By : James Gunn

Sutradara baru, cerita baru, dan konsep lama yang masih sama, The Suicide Squad tampil trengginas dengan label Rated R.

Dibandingkan pendahulunya, jelas The Suicide Squad arahan James Gunn lebih luas mengeksplorasi cerita dan karakter yang ada.

James Gunn orang yang sempurna untuk duduk di bangku sutradara, buktinya The Suicide Squad begitu Entertaining, Gore, and Bloody Everywhere.

Jika berbicara imajinasi, James Gunn menekankan pada aspek dialog, ekspresi, serta backsound. Hal yang sama yang diterapkan James Gunn pada Guardians of the Galaxy.

Ok! Masuk ke filmnya, audience akan dibuat mengesampingkan alur cerita, dikarenakan runutnya konflik yang begitu masif dan berkelanjutan.

Intensitas suasana dibuat tanpa jeda, pembukaan film yang tergolong serba cepat dimaksimalkan James Gunn lewat percikan-percikan darah serta ledakan sana sini.

Random-nya karakter yang mati merupakan elemen surprise yang cukup membuat audience stunning dan menimbulkan tanda tanya. Untuk mengimbangi konflik dan tensi yang ada, pace cerita pun ikut bergulir dengan cepat.

Baca Juga:  The Invisible Man, Film Teknologi Berbalut Horor Mendebarkan

Poin-poin film yang tidak bertele-tele mengindikasikan awalan film hanyalah elemen kejutan yang berskala kecil. Dan benar saja semakin ke sini, film semakin meriah tanpa ada waktu untuk break sejenak.

James Gunn seakan tahu meletakkan segala aspek untuk membuat audience merasa nyaman. Dengan sekuen action dan visualisasi yang epik, James Gunn masih menawarkan humor yang sukses menambah keberagaman cerita.

Pengenalan karakter lama dan baru juga terjadi begitu saja, benang merah tiap karakter seakan dihilangkan James Gunn untuk memperlihatkan bahwa squad satu ini tidak bisa disatukan.

Dengan pengenalan yang singkat juga, membawa berkah bagi beberapa karakter yang mati di awal. James Gunn ingin audience untuk tidak perlu berempati terhadap para karakter ini.

Build karakter yang coba dikembangkan James bertujuan untuk me-reduce beberapa karakter dari banyaknya jumlah karakter yang dimasukkan. Dan ini salah satu langkah cerdas James yang menonjol.

James Gunn tidak mendekatkan para karakter ini dengan sentuhan drama, melainkan membuat per karakter tetap standalone sebagaimana mereka dihadirkan.

Baca Juga:  The Case For Christ: Kisah Lompatan Iman Jurnalis Ateis

Audience tidak akan melihat chemistry yang kuat, justru dipertontonkan sebuah tim dengan sifat individualitas yang kokoh.

Inilah hal menarik lainnya yang dimainkan James Gunn. Villain yang tidak memiliki kesan apa-apa memiliki alasan yang kuat kenapa Villain dalam film ini memang hanya sebagai unsur tambahan, karena banyaknya karakter yang dihadirkan, berimbas pada fokusnya tiap lini karakter. Porsi Villain hanya sebatas tujuan yang dibuat seadanya agar cerita memiliki klimaks pada puncaknya.

Well, The Suicide Squad menawarkan kegilaan, kesadisan, humor, serta aksi tanpa henti.

IMDB: 7,6/10 (rating per 9 Agustus 2021)

Goroho.ID adalah media literasi nirlaba yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara, yang menyediakan platform untuk menulis. Kami menyajikan artikel yang ringan, menarik, dan informatif. Selengkapnya tentang kami bisa dibaca di sini

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.