Ulasan Film: The Lost City (2022)

0
Sumber: IMDB

Bagi kalian yang mungkin saja berharap ini adalah film petualangan pencarian harta karun penuh misteri seperti Indiana Jones, Uncharted, National Treasure, dll, maka kalian harus siap-siap (sedikit) kecewa.

The Lost City lebih mengarah ke komedi romantis, dan kalian tidak perlu turut putar otak untuk menebak-nebak teka-teki penuh misteri. Petualangan mencari harta karun hanyalah bumbu dalam film yang diproduseri dan dibintangi oleh Sandra Bullock ini.

Lawan main Sandra Bullock, yang berperan sebagai Loreta, adalah si macho Channing Tatum, yang berperan sebagai Alan.

Sandra Bullock sendiri memiliki “CV” yang sangat baik untuk film bergenre komedi romantis, yakni lewat Miss Congeniality (2000) dan The Proposal (2009).

Bagi Channing Tatum, terlibat di film komedi sudah bukan hal asing lagi berkat penampilannya di Dog (2022) dan Free Guy (2021)

Oh ya, si pria paling tampan di seantero bumi, Brad Pitt, juga tampil di film ini. Mantan suami Angelina Jolie ini berperan sebagai Jack, si jagoan keren, jreng… jreng… jreng.

Plot Cerita

Penulis novel sukses, Loreta, dihadapkan pada sebuah dilema. Orang-orang lebih mengidolai model cover bukunya, Alan, dibandingkan dirinya, atau bahkan isi bukunya.

Hal ini, ditambah rasa kehilangan yang mendalam karena kematian suaminya, membuatnya menjadi wanita yang tertutup.

Baca Juga:  [Serial TV] Dark, Film Perjalanan Waktu Berbumbu Misteri

Loreta diculik oleh orang tak dikenal usai tur promosi buku terbarunya, yang berkisah tentang petualangan romantis mencari harta karun di kota “D”, yang sebenarnya merupakan bahan penelitian mendiang suaminya yang seorang arkeologi.

Otak di balik penculikan ini adalah Abigail Fairfax (Daniel Radcliffe), yang terobsesi menemukan kota hilang “D” yang ada di buku tersebut, berbekal petunjuk kecil berupa selembar kain yang mengandung aksara hieroglif. Loreta diminta menerjemahkan aksara pada kain tersebut untuk mencari petunjuk lokasi harta karun.

Mengetahui Loreta diculik, Alan menghubungi pelatih serba-bisa, Jack, untuk membantunya menemukan Loreta yang terdeteksi berada di sebuah pulau di samudra Atlantik. Dan petualangan romantis sekaligus kocak pun dimulai!

Ulasan

Ok, masuk ke ulasannya…

Cukup geli rasanya melihat Channing Tatum berperan konyol dan pada beberapa situasi terlihat (maaf) bodoh dan kolot. Namun, kadarnya pas menurut saya. Tidak terlalu dilebih-lebihkan.

Penampilan Sandra Bullock juga keren abis. Dia belum kehilangan pesonanya di umurnya yang sudah hampir menyentuh angka 60.

Di dua film terakhirnya, yang juga diproduserinya, yakni Unforgivable (2021) dan Bird Box (2018), dia tampil dengan karakter sebagai wanita badass.

Dua tokoh utama tampil sangat serasi, diperkuat dengan dialog-dialog mereka yang lucu dan tidak membosankan. Namun, sayangnya, pengembangan sisi romantis keduanya tidak dibangun dengan baik.

Baca Juga:  Sebelum Iblis Menjemput: Ayat Dua, Seru dan Memacu Adrenalin

Brad Pitt, walaupun hanya tampil sebentar di film ini, berhasil menyuntikkan energi di awal film dengan aksi-aksi baku hantam, ledak-ledakkan, dan tentu saja: pamer kharisma.

Penampilan Daniel Radcliffe juga menurut saya terlalu dipaksakan untuk menjadi sosok villain. Mau main di film apa pun, di benak saya dia tetaplah si pemuda penyihir baik hati dari Hogwarts.

Sutradara film ini, yakni Nee bersaudara (Adam dan Aaron), cukup baik menghidupkan film ini sesuai temanya.

Hanya saja, ada beberapa kekurangan dalam film ini menyangkut eksekusi visualnya. Seharusnya bisa lebih baik lagi mengingat betapa eksotisnya pulau-pulau beserta hutan di Republik Dominika, tempat film ini mengambil latar.

Sebagai penutup, produser dan pemain film ini, Sandra Bullock, yang juga peraih satu piala Oscar sebagai aktris pendukung terbaik lewat The Blind Side (2009) mungkin hanya menjadikan film ini sebagai proyek bersenang-senang saja. Kapan lagi bisa meluk-meluk dan ciuman sama berondong kayak Channing Tatum, ye kan?

Skor: 7/10

Sumber: IMDB

Goroho.ID adalah media literasi nirlaba yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara, yang menyediakan platform untuk menulis. Kami menyajikan artikel yang ringan, menarik, dan informatif. Selengkapnya tentang kami bisa dibaca di sini

Hobi makan, travel, dan K-Drama

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.