Mile 22, Antara Bourne dan The Raid

0
Mile 22
Sumber gambar: IMDB

Artikel ini mengandung bocoran cerita (spoiler alert)

Mile 22 resmi tayang di Indonesia sejak 21 Agustus 2018 lalu. Film ini sangat dinanti oleh pencinta film tanah air karena, tentu saja, ada sosok Iko Uwais di dalamnya, yang akan berduet dengan aktor papan atas Hollywood, Mark Wahlberg.

Lewat trailer resminya, terlihat jelas bahwa peran Iko bukan sekadar pemain “numpang lewat” seperti di film Star Wars – Episode VII: The Force Awakens (2015) atau Man of Tai Chi (2013).

Sumber gambar: IMDB

Kolaborasi keduanya, ditambah dengan para pemain pendukung yang tak kalah keren seperti John Malkovich (Con Air), Lauren Cohan (The Walking Dead), si jago bela diri Ronda Rousey (The Expendables 3), serta bintang K-pop Chae-rin Lee a.k.a CL, sudah cukup untuk menahbiskan film ini sebagai salah satu film aksi laga yang paling dinanti di tahun 2018 ini.

Tim di Belakang layar

Menggabungkan mereka semua dalam satu film tentu saja membutuhkan uang yang banyak (sekitar $35 Juta), sentuhan berkelas dari seorang sutradara pengalaman, dan tentu saja naskah yang pas.

Pemilihan Peter Berg sebagai sutradara menjadikan film ini sebagai kerja sama keempat kalinya antara Peter dan Mark, setelah sebelumnya keduanya pernah terlibat bersama dalam film Lone Survivor (2013), Patriots Day , dan Deepwater Horizon (2016).

Naskah cerita dipercayakan kepada Lea Carpenter, seorang penulis novel berbakat Amerika. Eleven Days adalah judul novel laris yang mengangkat pamornya sebagai seorang penulis.

Plot Cerita

Tokoh utama film ini, James Silva (Mark Wahlberg) digambarkan di bagian pembuka film (opening credit) sebagai seorang pria bermental tidak stabil dengan masa lalu suram.

Terlahir sebagai anak jenius dan berkebutuhan khusus, Silva remaja harus kehilangan kedua orang tuanya karena kecelakaan hingga akhirnya direkrut sebagai seorang agen intelijen.

Sumber gambar: IMDB

Awal film dibuka dengan operasi penggerebekan sebuah rumah di daerah pinggiran kota (suburban) Amerika yang menjadi tempat perlindungan teroris Rusia. Tim dengan nama sandi overwatch ini dipimpin oleh Silva dan dipandu dari jarak jauh oleh Bishop (John Malkovich) yang memiliki nama samaran “mother”. 

Operasi singkat ini setidaknya memberikan gambaran betapa canggih dan terkoordinasinya tim ini. Informasi vital seperti tekanan darah dan denyut jantung setiap anggota tim di lapangan bisa dimonitor dari jarak jauh oleh Bishop dan timnya, dengan Silva memberikan arahan dan berjaga di luar sambil memegang senapan laras panjang. Dari udara, sebuah drone pemusnah menjadi senjata terakhir mereka.

Baca Juga:  Sinopsis A.X.L, Film Keluarga Bergenre Fiksi Ilmiah yang Seru

Operasi ini diselesaikan dengan sebuah peluru yang ditembakkan Silva ke tubuh seorang teroris remaja Rusia, yang nantinya akan menjadi petaka bagi Silva dan timnya.

Enam belas bulan kemudian, Li Noor (Iko Uwais), mendatangi kedutaan besar Amerika di sebuah negara fiktif bernama Indocarr yang penduduknya berbicara dengan Bahasa Indonesia.

Noor, yang juga merupakan seorang polisi Indocarr sekaligus informan dari rekan setim Silva, Alice Kerr (Lauren Cohan), menawarkan informasi berupa lokasi dari Cesium, bahan kimia berbahaya yang memiliki efek ledakan menyamai bom nuklir, yang disimpannya dalam sebuah hard drive yang dilindungi password dan bisa hancur dengan sendirinya dalam hitungan jam.

Sumber gambar: IMDB

Noor meminta imbalan berupa suaka ke Amerika dan berjanji akan memberikan password setelah tiba di lokasi penerbangan.

22 Mile, judul film ini, adalah jarak dari kedutaan Amerika ke lokasi penerbangan pesawat yang akan menerbangkan Noor ke Amerika di bawah perlindungan Silva dan timnya, Overwatch.

Agen CIA sebenarnya hanya merupakan samaran dari Silva dan timnya. Overwatch merupakan operasi paramiliter yang bergerak di luar hukum dan protokol resmi, dan setiap kali akan menjalankan operasi ini, semua anggota tim harus mengundurkan diri sebagai agen negara dan sepak terjang serta akibatnya tidak akan diakui pemerintah.

Silva dan timnya yang bertugas mengawal Noor dalam perjalanan menggunakan mobil, dipandu dari jarak jauh oleh Bishop dan tim IT-nya di sebuah ruangan yang berisikan komputer dan peralatan canggih. Mereka bertugas menyiapkan rute perjalanan yang aman menuju lokasi penerbangan dengan melakukan peretasan ke sistem publik seperti CCTV dan lampu lalu lintas.

Baca Juga:  12 Strong: Film Rambo Rasa Bonanza
Sumber gambar: IMDB

Ini bukanlah perjalanan 22 mil yang  menyenangkan bagi Silva dan timnya. Selama perjalanan, mereka tak henti-hentinya dihadang oleh orang-orang suruhan pemerintah yang ingin menggagalkan rencana mereka.

Rentetan adu tembak di jalanan umum dan apartemen, ledakan bom, dan korban yang berjatuhan di kedua belah pihak, bahkan hanya menyisakan Silva dan Alice, seakan memberi gambaran bahwa ini adalah misi yang mustahil dan akan berujung tragis bagi tim Amerika.

Ulasan

Sosok jenius yang disematkan pada Silva di awal film tidak terlihat selama film berlangsung dan yang menonjol darinya hanyalah kata-kata kasar yang keluar dari mulutnya.

Adegan di mana Silva menyodorkan bom kepada rekan setimnya, Sam (Ronda Rousey) yang sekarat untuk melakukan bom bunuh diri, menegaskan kekacauan mentalnya dan ketiadaan simpati.  

Penggunaan nama negara sebagai Indocarr dan bukannya Indonesia, padahal beberapa dialog dan suara latar menggunakan Bahasa Indonesia, mungkin berkaitan dengan lokasi pengambilan film yang dilakukan di Bogota, Kolombia, dan bukannya di Indonesia.

Adegan perkelahian berdarah yang cepat dan sadis ditampilkan secara prima oleh Iko. Dan menurut penulis, inilah yang paling ditunggu-tunggu dalam film ini, terlebih oleh penonton Indonesia.

Tak ada penggalian karakter yang mendalam pada sosok Silva, Alice, dan bahkan Noor. Berbagai macam pertanyaan yang muncul selama 90 menit film berlangsung semoga bisa terjawab pada film sekuelnya, yang kabarnya akan dibuat dalam bentuk trilogi.

Saran penulis, nikmati saja film ini sembari melepaskan semua logika berpikir sehat kalian, dan rasakan sensasi menonton film Hollywood kelas atas dengan nuansa Indonesia. Ini akan terasa seperti menonton aksi Jason Bourne versi pemarah yang bertemu dengan Iko Uwais.

Sumber gambar: IMDB

  • Rating: R (penuh kekerasan dan bahasa kasar)
  • Genre: Aksi dan petualangan
  • Sutradara: Peter Berg
  • Penulis: Lea Carpenter
  • Tayang secara global: 17 Agustus 2018 (di Indonesia pada 21 Agustus 2018)
  • Durasi: 90 menit
  • Studio: STXfilms

IMDB 6,2 / 10 | Rotten Tomatoes 19%

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.