Ulasan Film: Fast & Furious 9 – The Fast Saga (2021)

0
Sumber: IMDB

Tak peduli seberapa cepat dirimu, tak ada yang berlari lebih cepat dari masa lalu

Sinopsis:

Dom Toretto kini menjalani kehidupan yang tenang di daerah pinggiran bersama Letty dan putranya, Brian, tetapi mereka tahu bahwa bahaya selalu mengintai di atas cakrawala damai mereka.

Kali ini, ancaman itu akan memaksa Dom untuk menghadapi dosa masa lalunya jika dia ingin menyelamatkan orang yang paling dia cintai.

Timnya bergabung kembali untuk menghentikan plot yang menghancurkan dunia yang dipimpin oleh pembunuh bayaran paling terampil dan pengemudi berkinerja tinggi yang pernah mereka temui: seorang pria yang juga merupakan adik laki-laki Dom, Jakob.

Aksinya melesat ke seluruh dunia–dari London ke Tokyo, dari Amerika Tengah ke Edinburgh, dan dari bunker rahasia di Azerbaijan ke jalan-jalan Tbilisi yang padat.

Di tengah perjalanan, teman lama yang sebelumnya tewas muncul kembali, musuh lama akan kembali, sejarah akan ditulis ulang, dan makna keluarga yang sebenarnya akan diuji.

Ulasan

Waralaba sukses Fast and Furious kini sudah memasuki seri ke-9 dan kali ini diberi judul FF9: The Fast Saga.

Justin Lin kembali menduduki kursi sutradara setelah terakhir kali di Fast & Furious 6 (2013).

Film ini masih diperkuat oleh mayoritas pemain di jilid sebelumnya, seperti Letty (Michele Rodriguez), Roman (Tyrese Gibson), Tej (Ludacris), Ramsey (Nathalie Emannuel), Chiper (Charlize Theron), dan beberapa karakter minor lainnya.

Tak ketinggalan juga karakter baru Jakob Toretto (John Cena) serta kemunculan kembali Mia (Jordana Brewster), Sean Boswell (Lucas Black), dan Han (Sung Kang).

Baca Juga:  Fantasy Island, Petualangan Indah Berujung Mimpi Buruk

Karakter Mia dan Sean terakhir kali muncul di seri ke-7 sedangkan Han di seri ke-6.

Tidak seperti di seri-seri sebelumnya, FF9 menitikberatkan konflik pada karakter Dom dan masa lalunya. Cerita beberapa kali mundur ke masa lalu, di mana Dom dan Jakob masih remaja. Karakter Mia dan Letty remaja juga diperlihatkan sekilas di arena balap liar.

Karakter Dom remaja diperankan cukup baik oleh pendatang baru Vinnie Bennett. Kemiripan wajah dan posturnya akan dengan cepat menyadarkan penonton bahwa dia adalah karakter Dom remaja di bagian pembuka film.

Kehadiran John Cena juga menambah daftar para pria “macho” di waralaba ini setelah Dwayne Johnson dan Jason Statham.

John tidak banyak melakukan adegan pertarungan dan tembak menembak. Kehadirannya di film ini kurang lebih hanya sebagai penggembira saja karena plot cerita lebih fokus ke drama masa lalu mereka.

Yang tidak kalah menarik adalah kemunculan kembali karakter Han yang sebelumnya sudah tewas di seri ke-6. Alasan dibalik kemunculannya ini menurut penulis sedikit dipaksakan.

Seperti biasa, adegan kejar-kejaran, hancur-hancuran, loncat-loncatan, dan tembak-menembak masih menjadi jualan utama film aksi ini. Sayangnya, hal ini tidak diimbangi dengan kualitas scoring (efek suara) yang spektakuler. Terdengar biasa-biasa saja.

Yang menarik, Tyrese Gibson awalnya mengumumkan bahwa dia tidak akan berpartisipasi di film ini selama Dwayne “The Rock” terlibat.

Baca Juga:  Bohemian Rhapsody, Film Biopic Band Legendaris Queen

Keduanya diketahui berselisih paham sepanjang syuting seri ke-8 dan hal ini menjadi semacam petunjuk kecil kenapa Dwayne tidak muncul di seri ini.

Film yang awalnya direncanakan tayang pada bulan Mei 2020, tapi ditunda hingga beberapa kali akibat pandemi coronavirus ini, memiliki durasi 145 menit (2 jam and 25 menit), dan menjadikannya sebagai waralaba Fast & Furious dengan durasi terpanjang.

Rekor ini sebelumnya dipegang oleh Furious 7 (2015) dan Fast & Furious Presents: Hobbs & Shaw (2019). Keduanya berdurasi 137 minutes (2 jam dan 17 menit).

Sebagai penutup, jangan dengarkan ucapan dari mereka yang mengatakan bahwa plot cerita waralaba ini makin ke sini makin tidak masuk akal karena jualan utama film ini adalah unsur aksi yang mempermainkan adrenalin penonton, alih-alih menghadirkan plot sekelas The Shawsank Redemption (1994).

Film ini juga masih menjadi salah satu film terbaik di genrenya dan bisa menjadi peluang bagi bioskop dunia untuk mengajak sebanyak mungkin penikmat film untuk datang kembali di bioskop.

Oh ya, seri ke-10, yang katanya akan jadi seri pamungkas, sudah diumumkan akan diproduksi, lho, hehehe.

Kualitas Film: 7/10 | Kesenangan Menonton: 7/10 | Skor: 7

Goroho.ID adalah media literasi nirlaba yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara, yang menyediakan platform untuk menulis. Kami menyajikan artikel yang ringan, menarik, dan informatif. Selengkapnya tentang kami bisa dibaca di sini

Jangan paksakan diri, mending rebahan

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.