Ulasan Film: Eternals (2021)

0

ETERNALS

Directed By : Chloe Zhao

.

.

.

Setelah Shang Chi And The Legend Of Ten Rings yang sukses mendapatkan tempat di hati audience, Marvel Studios mempersembahkan superhero teranyar mereka: Eternals.

Di-direct oleh Sutradara peraih Oscar Chloe Zhao, Eternals memiliki pendekatan yang lebih ramah.

Vibes dari Nomadland terbukti mengikuti aspek keseluruhan dari Eternals.

Memang Eternals berbeda dari film-film MCU kebanyakan, namun berbeda itu hanyalah racikan dari sang sutradara, selebihnya formula andalan MCU masih disuntikkan ke dalam film ini.

Patrick Burleigh, Ryan Firpo, Matthew K. Firpo, dan Chloe Zhao menyelipkan imajinasi luar biasa dalam naskah cerita Eternals.

Eternals akan memperkenalkan seluk-beluk dunia ke mata audience, melintasi masa-masa peradaban kuno yang memengaruhi keberlangsungan umat manusia, dan tentu saja versi MCU itu sendiri.

Jika ditelisik, Eternals adalah full film pengenalan line-up karakter dan pengenalan dunia yang memiliki kompleksitas.

Eternals terlalu berliku-liku dalam mengenalkan sesuatu, assemble karakter yang banyak membentuk ekspansi dunia Eternals dan pengembangan karakternya yang runyam.

Konflik yang ada tercipta karena setiap karakter Eternals membawa konfliknya sendiri, belum lagi konflik utama yang memang menjadi perputaran cerita.

Pada dasarnya, Eternals merupakan film tentang krisis identitas antar karakter. Alur cerita yang maju mundur justru tidak efektif dalam memberikan pemahaman pada audience.

Perpaduan yang kacau, saat audience dicekoki keadaan sekarang, tiba-tiba langsung ditarik ke masa lalu hanya untuk menjelaskan kehidupan Eternals dari masa ke masa.

Baca Juga:  Sebelum Iblis Menjemput: Ayat Dua, Seru dan Memacu Adrenalin

Transisi yang kasar dan tidak tepat, mengurangi esensi yang dibangun dan hal seperti ini dipakai terus oleh Chloe Zhao sampai pertengahan babak.

Film ini tidak cukup baik menyampaikan konten cerita, Eternals hanya menjual kehadiran para Eternals dengan momen – momen berharga yang mengikutinya.

Sumber: IMDB

Eternals tidak akan meninggalkan kesan berarti, Chloe Zhao ingin melakukan banyak hal untuk disampaikan pada audience, tapi sebaliknya film ini terlalu datar untuk menyampaikannya.

Materi cerita yang dikelola beragam, akan tetapi tidak memberikan impact “wah” sampai film ini berakhir, banyak adegan yang akan lewat begitu saja.

Berbicara porsi, tentu saja sebagian karakter memiliki screen time lebih daripada yang lain. Sersi yang terbilang memiliki posisi sebagai karakter utama, menjembatani manusia dan penonton agar benang merah bukan hanya terpaku pada Eternals.

Walau beberapa karakter condong sudah memahami manusia terlebih dahulu, sosok Sersi lah yang berhasil menyatukan kesepuluh Eternals ini.

Khusus untuk Thena, karakter ini serasa berdiri sendiri dan seolah-olah terpisah dari Eternals dengan segala keputusan yang dibuatnya.

Baca Juga:  Film Hollywood Keren yang Tayang di Bulan Januari 2020

Sekuens action yang dipertontonkan Chloe Zhao tidak sebesar para pendahulunya, action berskala kecil yang coba dimainkan Chloe Zhao selaras dengan bagaimana Chloe meramu komponen yang ada, scene dar der dor tidak akan ditemui dalam film ini.

Visualisasi menjadi senjata utama Chloe Zhao, pengambilan gambar yang indah mengawal sepanjang film berjalan.

Penerapan CGI untuk satu dua adegan bahkan lebih kurang terpoles dengan sempurna. Assemble cast papan atas tidak menjamin peranan yang dimainkan akan solid.

Salma Hayek dan Angelina Jolie masih teratas dengan kharisma yang luar biasa. Kumail Nanjani dengan karakter pencair suasana bersama Harish Patel sebagai pemecah comedy-nya, dan Barry Keoghan dengan ekspresi menjengkelkannya. Kelima aktor dan aktris ini paling menonjol dari segi akting, sisanya terasa biasa-biasa saja.

.

.

.

Well, Eternals bukanlah yang terbaik.

Sumber: IMDB

Rating IMDB: 6,9/10 (per 13 November 2021)

Goroho.ID adalah media literasi nirlaba yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara, yang menyediakan platform untuk menulis. Kami menyajikan artikel yang ringan, menarik, dan informatif. Selengkapnya tentang kami bisa dibaca di sini

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.