Ulasan Film: A Quiet Place Part II (2020)

0
Sumber Gambar: IMDB

Sekilas Tentang Film Sebelumnya

Bagian pertama film ini yang tayang pada 2018 lalu benar-benar masih sangat melekat di benak penulis karena ide ceritanya yang benar-benar segar dan unik, serta mencekam, tentunya.

Menceritakan tentang keadaan bumi setelah diserang makhluk yang peka terhadap suara, A Quiet Place (2018) berfokus pada sebuah keluarga penyintas beranggotakan pasangan suami-istri Lee Abbot (John Krasinski) dan Evelyn Abbot (Emily Blunt) beserta tiga anak mereka, yakni (dari yang tertua) Regan (Millicent Simmonds), Marcus (Noah Jupe), dan Beau (Cade Woodward).

Beau meninggal secara tragis, dan sang kakak, Regan, yang memiliki gangguan pendengaran, merasa sangat bersalah.

Lee kemudian membuat safe house untuk persiapan kelahiran anak mereka. Ya, kelahiran bayi dan keberadaan makhluk yang peka suara benar-benar ide yang gila!

Demi menyelamatkan keluarganya, Lee harus mengorbankan nyawanya, dan di akhir cerita, Evelyn dan anak-anaknya menemukan cara untuk melawan dan membunuh makhluk-makhluk tersebut.

Di film pertamanya hampir tidak ada dialog sama sekali dan hanya menggunakan bahasa isyarat sebagai komunikasi mengingat makhluk yang dihadapi sangat sensitif pada suara, bahkan suara langkah kaki. Keluarga Abbot mahir menggunakan bahasa isyarat karena faktor Regan.

Dan juga, satu hal yang tidak bisa dilupakan dari film pertamanya adalah jumlah karakter yang hanya berjumlah enam orang. Ya, enam!

Dengan semua keunikan tersebut, A Quiet Place berhasil membuat penonton terkesima dan, tentu saja, merinding di saat bersamaan.

Sekuel

Film sekuel ini sejatinya sudah dirilis secara premier pada Maret 2020 di Amerika namun penayangan secara global langsung dihentikan disebabkan merebaknya pandemi coronavirus.

Baca Juga:  Trailer The Curse of La Llorona, Hantu Wanita Amerika Latin

Awalnya, sang sutradara sekaligus pemeran Lee Abbot, John Krasinski mengumumkan tidak berniat membuat sekuelnya kendati filmnya sukses secara finansial. Namun, bagian keduanya yang berjudul resmi A Quiet Place Part II akhirnya tetap diproduksi.

Cerita dimulai dengan keadaan bumi tepat sebelum kedatangan para makhluk (Day 1) dari luar angkasa dan jatuh di beberapa tempat salah satunya kota tempat keluarga Abbot tinggal.

Kengerian langsung dimulai hanya beberapa menit setelah benda luar angkasa tersebut mendarat karena pergerakan makhluk tersebut yang sangat cepat, dan, tentu saja, mereka langsung menuju ke pusat kota yang merupakan pusat kebisingan.

Sekilas diperkenalkan karakter baru, Emmet, yang diperankan oleh Cillian Murphy (The Inception, The Dark Knight Rises), yang merupakan teman Abbot.

Cerita kemudian berlanjut setelah ending di film pertama, di mana Evelyn memutuskan untuk meninggalkan rumah mereka di pinggiran kota.

Di perjalanan, mereka diserang dan diselamatkan Emmet.

Evelyn merasa tempat perlindungan Emmet yang berada di bagian bawah gedung yang lengkap dengan brankas baja kedap suara sangat cocok sebagai tempat untuk berlindung, terutama untuk si bayi.

Namun, Emmet berpikir sebaliknya, bahwa hal ini akan mengganggu kenyamanannya.

Petualangan di film ini dimulai dengan keinginan Regan untuk mencari lokasi yang belum terjamah oleh para makhluk berkat petunjuk dari radio.

Emmet kemudian diminta oleh Evelyn untuk menyusul Regan yang pergi diam-diam.

Di film ini, John Krasinski mengeksplorasi cakupan area film hingga ke sebuah pulau di seberang. Ada lebih banyak percakapan verbal bila dibandingkan dengan film pertamanya.

Baca Juga:  The Lion King, Film Nostalgia dengan Visualisasi Sempurna

Plot cerita juga lebih dinamis berkat adanya tambahan karakter dalam jumlah yang signifikan, yang tentu saja merupakan para penyintas.

Soal scoring, jangan diragukan lagi tangan dingin dari Erick Aadahl yang pernah menjadi penanggung jawab departemen suara di film-film megah (yang ada monsternya) seperti Godzilla dan Pasific Rim.

Dari sisi akting, penulis merasa bahwa tidak ada aktris lain yang bisa memerankan karakter ibu tiga anak yang bad-ass sebaik Emily Blunt.

Perannya benar-benar mencerminkan karakter tangguh dari seorang ibu yang menjadi pelindung tiga anaknya di tengah-tengah incaran makhluk pemangsa.

Karakter Regan dan Marcus juga diperankan dengan sangat baik oleh Millicent dan Noah. Ada momen di mana penonton dapat merasakan kondisi keterbatasan Regan.

Peran keduanya bahkan jauh lebih baik dari film sebelumnya karena mungkin faktor adanya perluasan konflik di plot cerita.

Karakter Emmet yang putus asa dan pemurung juga diperankan Cillian Murphy dengan baik. Di beberapa momen, penonton akan mempertanyakan sifat asli dari Emmet, apakah baik atau jahat, karena wajahnya memang bukan spesialis protagonis (mungkin karena karakter Scarecrow yang diperankannya di The Dark Knight?).

Overall, film ini sangat layak ditonton. Bahkan ini adalah salah satu dari sedikit sekuel yang jauh lebih baik dari film pertamanya.

Kualitas Film: 8/10 | Kesenangan Menonton: 10/10 | Skor: 9

Goroho.ID adalah media literasi nirlaba yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara, yang menyediakan platform untuk menulis. Kami menyajikan artikel yang ringan, menarik, dan informatif. Selengkapnya tentang kami bisa dibaca di sini

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.