Sebelum Iblis Menjemput: Ayat Dua, Seru dan Memacu Adrenalin

0
Sumber: IMDB

A film by : Timo Tjahjanto
Cast : Chelsea Islan, Widika Sidmore, Karina Salim, Lutesha, Arya Vasco, Shareefa Danish, Aurellie Moeremans.

ALFIE!, BAPAK LO TITIP SALAM DARI NERAKA!!”

Setelah film Sebelum Iblis Menjemput: Ayat Satu (selanjutnya akan disingkat Ayat Satu) menuai kesuksesan dengan mendapatkan 1,1 juta penonton di bioskop nasional, serta mendapatkan beberapa penghargaan di ajang festival film Internasional, akhirnya baginda Timo Tjahjanto kembali melanjutkan kesintingannya yang dituangkan dalam Sebelum Iblis Menjemput: Ayat Dua (selanjutnya akan disingkat Ayat Dua) ini.

Bagaimana tidak, film ini memang sebegitu sakitnya, adegan-adegan brutalnya yang melebihi cerita pertamanya, mampu membuat saya sebagai audience sesekali merasa greget dan jijik.

Apalagi, penambahan jumlah pemain yang lebih banyak seolah-olah menjadi sasaran empuk Timo untuk menuangkan ide-ide sintingnya.

Untuk ide cerita, film ini mempunyai cerita yang lebih dark daripada Ayat Satu (maklum, namanya saja sekuel, pasti selalu berorientasi pada cerita aslinya), lebih berbobot.

Namun, juga tidak terlalu fresh alias memang formula semacam pengabdian setan memang sudah berseliweran di industri perfilman horor Indonesia, hanya saja, bukan Timo Tjahjanto namanya kalau tidak bisa meracik sebuah cerita menjadi seru dan memacu adrenalin.

Baca Juga:  12 Strong: Film Rambo Rasa Bonanza

Namun bagi saya memang cukup di “seru dan memacu adrenalin” saja sih, I mean, tidak sampai membuat saya merinding dan paranoid, entah standar horor saya yang aneh atau bagaimana.

Untuk casting, memang benar, seperti yang dikatakan oleh mayoritas pengulas film ini, acting Chelsea Islan masih agak maksa alias kurang natural.

Di film pertama Chelsea juga belum 100% berhasil menjadi Alfie yang galak dan bengis, eh, di sini karakter Alfie-nya malah makin bengis, absolutely membuat Chelsea makin kesusahan dan bikin acting-nya semakin tidak natural.

Saya tidak bilang jelek yaa… cuma, ya, memang kurang saja. Yang paling mencuri perhatian bagi saya, ya, Widika dan Baskara, sisanya juga bagus, Cuma porsinya saja yang beda, dan saya sangat appreciate banget Lutesha, gila banget doi!!!

Secara visual, Ayat 2 ini punya visual yang menurut saya lebih kaya daripada yang pertama.

Sinematografi, camera movement, lighting, dan tentu saja make-up nya, astagaa saya suka banget. Meskipun ada beberapa scene penggunaan efek CGI yang masih kelihatan kasar, tapi tetap tidak menutupi betapa artistiknya film ini.

Baca Juga:  Sonic The Hedgehog, Film Live-Action yang Menghibur

Untuk backsound, saya pribadi agak kecewa, karena saya kira akan memakai backsound khas kaya film pertamanya, ternyata tidak, tapi tetap masih bisa dinikmati.

Skor IMDB: 6,4/10

Goroho.ID adalah media literasi nirlaba yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara, yang menyediakan platform untuk menulis. Kami menyajikan artikel yang ringan, menarik, dan informatif. Selengkapnya tentang kami bisa dibaca di sini

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.