Avengers: Endgame, I Love U 3000

0
Avengers: Endgame Goroho
Sumber Gambar: IMDB

Artikel ini mengandung bocoran (Spoiler Alert!!!). Yang paham dengan risikonya, silakan lanjutkan membaca.

Tidak ada kata-kata pengantar untuk review kali ini.

Plot Cerita

Untuk film yang bisa dikatakan pamungkas ini, opening scene-nya dijembatani oleh keharmonisan keluarga Clint Barton (Jeremy Renner) yang kenyataannya harus berakhir tragis karena post-apocalyptic yang dilakukan oleh Thanos yang menghilangkan seluruh anggota keluarga Clint a.k.a Hawkeye/Ronin dan menyisakannya seorang diri.

Selanjutnya kita akan diantar untuk menyaksikan Tony dan Nebula yang terjebak di dalam pesawat  luar angkasa dengan segala persediaan mereka yang hampir habis.

Terlihat mereka memainkan sejenis permainan bocah yang rasanya cukup seru sebatas untuk membunuh waktu.

Di puncak rasa frustasi, Tony memilih untuk merekam pesan untuk Ms.Potts kalau-kalau dia sudah tidak bisa kembali ke bumi dan akan segera tewas.

Tapi “sayang sekali”, scene selanjutnya justru membuat penonton satu studio bersorak gembira karena kemunculan Captain Marvel sebagai malaikat penyelamat.

Seperti kebiasaan mereka, seluruh Avengers yang tersisa dari Infinity War berkumpul di markas Avenger untuk menyusun strategi.

Ada dua adegan yang menjadi headline di scene ini, yaitu ketika Steve Rogers (Chris Evans) dan Tony Stark (Robert D. Junior) beradu pendapat yang berujung dengan Tony mencopot Iron Heart-nya sendiri karena emosi hingga pingsan dan tersungkur di lantai.

Kemudian, Carol Danvers mencoba mengambil tindakan untuk keluar dari rasa frustasi para Avengers ini dengan cara walk-away untuk segera melawan Thanos sendirian yang kemudian dicegat oleh Natasha Romanov.

Best part-nya adalah ketika Thor mencoba menggertak Carol dengan Stormbreaker, tapi justru tidak membuat Carol bergeming sedikit pun (terlihat Carol melecehkan gertakan Thor dengan senyuman songong sejuta arti). Well I guess all of us have watched this part as trailer already (lol).

Lima tahun pun berlalu setelah apocalyptic versi Thanos. Bumi terlihat kotor dan tidak terawat atau bisa digambarkan sebagai manusia yang sakit, kesepian, kotor, dan frustasi.

Semua mahkluk yang tersisa berusaha melanjutkan hidup mereka demikian pula dengan para Avengers. Kecuali Natasha.

Nat berusaha mencari segala kemungkinan yang ada untuk membawa kembali semua yang pernah ada lima tahun yang lalu.

Harapan baru muncul ketika Scott Lang mengetuk pintu depan markas Avenger (terimakasih kepada Mr.Tikus.. u are the truly hero in Avangers Endgame, wkwkwkwkwk).

Scott menjelaskan tentang fisika kuantum dan segala teori dari dokter Pym termasuk teori tentang Quantum of Realm yang diketahuinya.

Steve, Nat, dan Scott mengunjungi Tony yang ternyata telah memiliki kehidupan yang baru sebagai seorang family man (diperkenalkan karakter  Morgan H. Stark, gadis kecil berusia 3-4 tahun yang dipanggil dengan julukan Maguna oleh ayahnya, Tony Stark).

Baca Juga:  Spider-Man: Far From Home, Penutup Sempurna MCU Fase 3

Tony tidak menyetujui permintaan mereka, sehingga mereka menemui Bruce Banner yang telah berevolusi paten sebagai Hulk.

Bersama dengan Bruce, mereka melakukan percobaan memasuki kembali Quantum of Realm, tetapi seperti yang diprediksi oleh Tony, mereka gagal (well, we all know whose the smartass in the bunch, right?).

Sekadar menjawab rasa penasarannya atas apa yang diceritakan oleh Scott,  Tony mencoba menyimulasikan teori tersebut, dan dia pun harus terduduk lemas ketika Friday melaporkan bahwa simulasi itu berhasil.

Adegan selanjutnya sangat imut, ketika Morgan memergoki ayahnya mengumpat. Dilanjutkan dengan scene bedtime ketika Tony mengantar Morgan untuk tidur akan sangat sulit dilupakan. Tagline: I love you 3.000 masih membuat para fans Iron-Man berkabung sampai hari ini (April 2019).

Tony kembali ke markas Avenger dan misi revenge dimulai. Adegan selanjutnya adalah re-recruitment para Avengers, di antaranya:

Hulk dan Rocket pergi menjemput Thor yang sudah buncit karena kecanduan alkohol di suatu daerah di bumi yang diberi nama New Asgard.

Natasha menjemput dan memberi harapan baru bagi Clint Barton yang baru saja selesai membantai bos yakuza di Tokyo.

Misi selanjutnya para Avengers adalah mencuri semua Infinity Stones, jauh sebelum masa pemusnahan Thanos.

Tony, Steve, Scott, dan Bruce kembali ke masa Age of Ultron.

Iron-Man, Captain, dan Ant-Man bertugas untuk mengambil Tesseract (Space Stone) dari para Avengers di masa lalu, sedangkan Hulk bertugas untuk mengambil Time Stone dari The Ancient One (Mentornya Dr. Strange).

Rocket dan Thor menuju ke Asgard untuk menyedot Aether (Reality Stone) dari tubuh Jane (Nathalie Portman) yang saat itu sedang dirawat di Asgard.

Nebula dan War Machine (Don Cheadle), mendarat di Morag untuk mencuri Power Stone sebelum Star Lord tiba. Sedangkan Nat dan Clint melanjutkan perjalanan ke Vormir untuk mengambil Soul Stone.

Semua Infinity Stones berhasil dikumpulkan, dengan bonus ekstra partikel pym yang didapatkan karena improvisasi dari Captain dan Iron Man.

Tapi sayangnya, dari keenam Infinity Stones, yang paling sulit didapatkan adalah Soul Stone yang harus ditukarkan dengan nyawa dan rasa kehilangan orang yang dikasihi. Dan pertukaran yang paling tragis itu, dilakukan oleh Natasha Romanov.

Setelah dihitung kembali berdasarkan urutan di atas, sepertinya baru ada 5 Infinity Stones yang terkumpul. Mind Stones-nya ke mana? Tenang saja, ada kok. Hanya saja ceritanya tidak dibuat detail.

Tongkat Loki atau tongkat Chitauri memiliki salah satu Infinity Stones. Itulah Mind Stone. Batu ini diberikan oleh Thanos kepada Loki dengan harapan dapat memancing Loki menemukan kelima batu lainnya, namun sayangnya visi Thanos salah. Loki gagal dengan misinya.

Baca Juga:  Ant-Man and the Wasp : Minim Konflik, Maksimal Seru

Mind Stone jatuh ke tangan manusia, yang oleh karena kepintaran Tony digunakan untuk menciptakan superhero baru yang disebut Vision. Jadi, tongkat Chitauri yang dibawa oleh Ant-Man adalah Mind Stone.

Tony berhasil membuat gauntlet untuk semua Infinity Stones (jika dibandingkan dengan bagaimana si alien ungu membuat gauntlet-nya di sekuel sebelumnya, Tony Stark bisa disebut sebagai dewanya teknologi di bumi).

Selanjutnya gauntlet infinity stones ini dikenakan oleh Hulk yang berhasil membawa kembali semua yang menghilang lima tahun sebelumnya.

Pada saat yang sama, Nebula berhasil membawa Thanos and the gank melewati dimensi waktu, sehingga terjadilah babak tambahan perang para Avengers melawan Thanos The Titan.

Adegan pertarungan dan gangbang yang disajikan dengan epik berhasil membawa sensasi menegangkan yang mencapai klimaks dengan baik (apalagi adegan ketika Captain bisa mengangkat palunya Thor). Bisa dikatakan bahwa MCU adalah ahlinya.


Beberapa Fakta yang Tersaji dalam Avengers: Endgame

  • Iron Man tewas karena menggunakan Gauntlet Infinity Stones untuk melenyapkan Thanos dan pasukannya
  • Black Widow harus tewas untuk mendapatkan Soul Stones
  • Steve Rogers yang bisa menua dan ternyata hidup bahagia bersama dengan Peggy Carter.
  • Thor memilih berpetualang melintasi galaksi dan tidak lagi menjadi King of Asgard
  • Tidak ada post-credit scene untuk hint selanjutnya.

Konon, katanya banyak yang bersedih ketika meninggalkan studio, selain karena Captain yang sudah menua, Iron Man dan Black Widow yang meninggal, bahkan kesan bahwa film ini sebagai perpisahan para Avengers adalah fakta yang mengerikan. By the way jangan terlalu bersedih dulu yaa.guys!

Jika kita perhatikan ada hal yang menyolok di film Captain Marvel ketika Fury berkali-kali menyebutkan Budapest, bahkan ketika Black Widow dan Hawkeye sedang di perjalanan menuju Vormir, mereka juga menyebutkan tentang sesuatu di Budapest. Sebenarnya ada apa di Budapest?

Mari kita doakan dan menunggu dengan yakin bahwa hal ini adalah easter egg untuk spin-off movie Black Widow/Hawkeye selanjutnya (crossfingered).

Well thanks for the Avengers Assemble and I love you 3.000.

IMDB: 9/10 || Rotten Tomatoes 95%

  • Rating: PG-13
  • Genre: Aksi dan petualangan; Fiksi Ilmiah dan Fantasi
  • Sutradara: Anthony dan Joe Russo
  • Penulis: Christopher Markus, Stephen McFeely
  • Tayang: 26 April 2019
  • Durasi: 182 menit
  • Studio: Marvel Studios

Goroho.ID adalah media literasi nirlaba yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara, yang menyediakan platform untuk menulis. Kami menyajikan artikel yang ringan, menarik, dan informatif.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.