Sulawesi Utara, Mari Sambut Sulut United FC

0

Redaksi membaca pertama kali berita tentang Sulut United ini dari sebuah postingan fanpage resmi milik Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, yang dibagikan oleh seorang warganet pada Selasa (28/5/2019) pagi.

Sampai dengan artikel ini ditulis, postingan ini sudah dibagikan sebanyak 1054 kali oleh warganet Sulawesi Utara.

Isi kolom komentar dipenuhi dengan ekspresi tidak percaya akan informasi ini. Rasa kaget itu kemudian berubah menjadi dukungan.

Tak sedikit warganet yang bahkan membahas dan mengenang klub sepak bola lokal Sulawesi Utara seperti Persma Manado, Persmin Minahasa, Persibom Bolaang Mongondow, dll. Beberapa bahkan mempertanyakan di mana Sulut United nantinya akan bermarkas.

Kong, bagimana depe cerita sampe Sulut United ini kage-kage muncul?

Akuisisi Bogor FC

Kabarnya, belum lama ini, seorang pengusaha yang sampai saat ini belum diketahui namanya, namun kemungkinan memiliki keterkaitan dengan klub Liga 1 Bali United, berhasil mengakuisisi (akuisisi = pengambilalihan kepemilikan perusahaan atau aset [dalam hal ini berbentuk lisensi]) klub peserta Liga 2 2019, Bogor FC, dan memindahkan homebase-nya ke Manado, Sulawesi Utara.

Dilansir dari Pandit Football, akuisisi lisensi klub seperti ini sudah beberapa kali terjadi di persepakbolaan Indonesia.

Diawali oleh Persijatim yang berubah nama menjadi Sriwijaya FC setelah diakuisisi oleh Gubernur Sumatra Selatan pada 2004.

Kemudian ada Bhayangkara FC yang sebelumnya bernama Persikubar Kutai Barat.

Istilah klub “siluman” kemudian menjadi julukan populer untuk klub-klub seperti ini (yang tiba-tiba saja muncul menyeruak dan menggemparkan).

Selanjutnya muncul Bali United (sebelumnya Persisam Putra Samarinda), Pusamania Borneo FC (Perseba Super Bangkalan), Madura United (Pelita Bandung Raya), Tira-Persikabo (Persiram Raja Ampat), dan Perseru Badak United (Perseru Serui).

Yang paling laste, tentunya Sulut United (Bogor FC) dan sesama anggota Liga 2 2019, Babel United (Aceh United).

Alasan utama penjualan ini adalah tidak adanya investor yang serius untuk menyokong misi Bogor FC untuk menembus kompetisi Liga 1 tahun depan.

Manajemen dan Staf Kepelatihan

Manajemen Sulut United yang sudah terbentuk namun belum dipublikasikan, sudah memperkenalkan pelatih yang akan mengawal skuat untuk mengarungi Liga 2 2019 lewat fanpage resmi Sulut United, yakni Herry Kiswanto.

Herry Kiswanto (Herkis) merupakan mantan pemain legendaris Timnas Indonesia dan pelatih dengan segudang pengalaman. Pelatih asal Aceh ini pernah melatih klub-klub ternama seperti Persija Jakarta (1996), PSIS Semarang (2004), PSS Sleman (2005), dan bahkan Persmin Minahasa (2007).

Baca Juga:  Pengucapan Syukur Minahasa: Tradisi dan Ajang Kumpul Keluarga

“Benar, saya sudah mencapai kesepakatan dengan manajemen Sulut United. Baru kemarin (Minggu) ada rapat, saya bertemu dengan pak Ridho selaku sekretaris tim, kemudian deal,” kata Herkis seperti dilansir dari Kampiun.ID, Senin (27/5/2019) siang.

Klub yang terakhir dilatihnya adalah PSS Sleman pada 2018, namun pria 64 tahun ini mengundurkan diri dengan alasan kondisi tim yang sudah tidak kondusif.

Selama menjadi pemain sepak bola, Herkis dikenal sebagai pemain yang sangat sportif, di mana selama 17 tahun karirnya di lapangan hijau, dia hanya sekali mendapatkan kartu kuning.

Leo Soputan, putra asli Sulawesi Utara dan mantan pemain Persija Jakarta, yang sebelumnya menjadi asisten pelatih Persita Tangerang, ditunjuk untuk menemani Herry sebagai asisten.

Komposisi Pemain

Akan ada empat pemain Bali United yang akan dipinjamkan ke Sulut United untuk mengarungi Liga 2 2019.

Empat pemain tersebut adalah Gusti Sandria, Ahmad Maulana, Martinus Novianto, dan Nyoman Adi Parwa.

Kabar ini sudah dikonfirmasi oleh manajemen Sulut United lewat fanpage-nya.

Pada caption-nya, admin fanpage Sulut United menyebut Bali United sebagai sahabat. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa ada keterkaitan erat antara Sulut United dan Bali United.

Bahkan, dua klub ini sama-sama memiliki embel-embel “United” dan merupakan dua kota dengan kiblat pariwisata internasional.

Konfirmasi serupa juga sudah diumumkan pihak Bali United lewat situs web resminya.

“Ya, kami resmi pinjamkan Gusti Sandria, Ahmad Maulana, Martinus dan Adi Parwa ke Sulut United. Setelah menjalin komunikasi dengan tim pelatih dan juga manajemen Sulut United,” ujar CEO Bali United, Yabes Tunari

“Kami putuskan untuk meminjamkan mereka kesana. Kami juga melihat keseriusan Sulut United untuk berprestasi tahun ini,” lanjutnya.

Seperti dilansir dari Kampiun.ID, Herkis sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak untuk mencari pemain. Beberapa pelatih, salah satunya Indra Sjafri, siap membantu Herkis dalam mencari pemain.

“Kita bismillah saja, saya jalanin, saya akan coba cari kerangka 18 pemain berikut kiper, setelah itu kita akan ke Manado, kita akan rekrut empat sampai lima pemain dari putra daerah,” tutur Herkis.

Baca Juga:  Kemenangan Penting Sulut United atas PSIM Yogyakarta

Kompetisi Liga 2 2019

Dilansir dari Bolabob, Kompetisi Liga 2 2019 akan dimulai pada 22 Juni 2019 mendatang dengan laga pembuka yang akan mempertemukan Persik Kediri dan PS Biak.

Untuk jumlah peserta, Liga 2 musim 2019 akan diikuti oleh 23 klub dengan format dua wilayah. Rinciannya, 11 klub akan saling bertarung di wilayah barat, sisanya di wilayah timur.

“Nanti akan diambil empat tim terbaik dari wilayah barat dan wilayah timur. Kemudian mereka akan bertanding di babak 8 besar. Tiga tim terbaik akan lolos ke Liga 1 2020. Formatnya sama seperti musim-musim sebelumnya,” kata Direktur interim PT LIB, Dirk Soplanit.

Berikut daftar peserta Liga 2 2019 :

Wilayah Barat :

PSGC Ciamis, Persibat Batang, PSPS Riau, Persiraja Banda Aceh, Cilegon United, Sriwijaya FC Palembang, Aceh United, PSMS Medan, PSCS Cilacap, Perserang Serang, Persita Tangerang

Wilayah Timur :

Persatu Tuban, Persewar Waropen, Persiba Balikpapan, Sulut United, Persik Kediri, Madura FC, Mitra Kukar, PSBS Biak, PSIM Yogyakarta, Blitar United, Martapura FC, Persis Solo

Pendapat Masyarakat

Kini, keinginan banyak penggila sepak bola Sulawesi Utara untuk memiliki klub yang berlaga (setidaknya) di Liga 2, tanpa meremehkan kualitas Liga 3, sudah terpenuhi.

Torang so nyanda mo jadi penonton sepak bola nasional lewat Liga 1 dan Liga 2 lagi lantaran torang sandiri somo rasa depe euforia,” ujar Andre, salah satu pendukung fanatik Persmin Minahasa.

Pendapat bijak diutarakan Steve asal Manado. “Mengingat tim ini hanya akan mempersiapkan diri dalam waktu yang sangat singkat, kurang dari sebulan dari sepak mula Liga 2 2019, target yang diusung haruslah benar-benar realistis,” ujarnya.

“Setidaknya bertahan di Liga 2 musim ini untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi di kompetisi berikut,” lanjutnya.

“Semoga manajemen klub Sulut United bisa merebut hati para pencinta sepak bola Sulawesi Utara lewat pengelolaan klub yang baik dan profesional,” ujar Wilfred asal Manado.

Kong dang pala so tau?

Goroho.ID adalah media literasi nirlaba yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara, yang menyediakan platform untuk menulis. Kami menyajikan artikel yang ringan, menarik, dan informatif.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.