Solusi Tepat Sulut United Dalam Diri Dirga Lasut

0
Dirga Lasut Gabung Sulut United
Sumber: Liputan6

Mahadirga Lasut lahir di kota Tomohon, yang berjarak sekitar 25 kilometer dari kota Manado.

Dirga, sapaan akrabnya, memulai karier di klub kota kelahirannya, PSKT Tomohon. Persmin Minahasa yang menyadari bakatnya kemudian, tak ragu untuk menyodorkannya kontrak.

Pria bertato ini sempat bermain sebanyak dua kali selama musim kompetisi 2007/2008 bersama Persmin sebelum “melompat jauh” ke pulau Sumatera pada musim berikutnya untuk bergabung bersama Persiraja Banda Aceh (2008) dan Persih Tembilahan (2009).

Namanya mulai dikenal luas semenjak memperkuat Sriwijaya FC pada tahun 2010 dan menjadi elemen penting tim asuhan Ivan Kolev tersebut.

Selepas memperkuat Sriwijaya FC, pemilik 7 caps bersama Timnas U-23 ini berpindah-pindah tim dengan memperkuat Mitra Kukar (2011), Persegres Gresik (2013), Persita Tangerang (2014), dan Persija Jakarta (2015).

Di tengah ketidakpastian kontrak bersama Persija, Dirga menyeberang ke Liga 2 untuk memperkuat PSS Sleman pada 2017.

Di tim Super Elang Jawa inilah karir Dirga yang sempat meredup kembali bersinar.

Berposisi awal sebagai gelandang jangkar, suami dari Gabriella Wondal ini, disebut oleh pelatihnya memiliki karakteristik yang mirip dengan Stevan Gerrard.

Baca Juga:  I Made Wirahadi, Sang Musafir yang Berlabuh di Sulut United

Di bawah asuhan pelatih Freddy Muli kala itu, Dirga didorong lebih ke depan dan diberi keleluasaan mendikte pertahanan lawan.

Hasilnya, gol demi gol lahir dari kakinya dan menempatkan namanya sebagai top skor tim.

“Dirga adalah pemain yang bagus. Pemilihan umpan, eksekusi bola mati, dan tembakannya sungguh berkualitas,” ujar Freddy seperti dikutip dari Indosport.

Musim berikutnya, pemain 31 tahun ini kembali merasakan kompetisi level teratas di Go-Jek Liga 1 2018 dengan bergabung bersama Borneo FC.

Bersama tim asal Kalimantan tersebut, Dirga kembali menampilkan permainan terbaiknya dan mengakhiri musim tersebut di posisi ketujuh klasemen.

Shopee Liga 1 2019 menjadi tahun yang tidak terlalu baik bagi Dirga karena harus berkutat dengan cedera tendon otot quadriceps, yaitu otot yang berada di bagian depan paha, di mana cedera yang dialami ada di area pelekatan antara otot paha depan dan tempurung lutut.

Total selama dua tahun memperkuat tim Pesut Etam, Dirga tampil sebanyak 31 kali.

Di musim kompetisi 2020, pemain yang menjadi andalan lini tengah Indonesia di SEA Games 2011 ini memilih untuk pulang kampung dengan bergabung bersama Sulut United.

Baca Juga:  Format, Regulasi, dan Hak Siar Liga 2 2020

Dirigen Lini tengah Gorango Utara

Beberapa atribut dari Dirga seperti kepemimpinan, eksekutor bola mati, dan pengoper bola yang andal, diharapkan dapat menutupi kelemahan Sulut United musim lalu.

Ayah dari Tristan ini bahkan cukup andal dalam urusan merobek jala gawang lawan. Bersama PSS Sleman tahun 2017, Dirga yang bertransformasi menjadi gelandang menyerang, berhasil membayar kepercayaan yang diberikan pelatihnya dengan torehan 13 gol dari 18 pertandingan.

Jika berhasil mengatasi masalah cederanya, Sulut United dan warga Sulawesi Utara bisa berharap banyak padanya untuk meraih mimpi promosi ke Liga 1.

*sebagian isi tulisan diambil dari artikel penulis yang dimuat di Football-Tribe Indonesia berjudul Aroma Para Kawanua di Babak 16 Besar Liga 2 yang tayang pada 12 Oktober 2017.

Goroho.ID adalah media literasi nirlaba yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara, yang menyediakan platform untuk menulis. Kami menyajikan artikel yang ringan, menarik, dan informatif. Selengkapnya tentang kami bisa dibaca di sini

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.