[Serial TV] Dark, Film Perjalanan Waktu Berbumbu Misteri

0
Sumber: IMDB

“Nielsen – Kahnwald – Doppler – Tiedemann”

Empat nama di atas merupakan nama keluarga yang ada di kota kecil Jerman, Winden.

Keempat keluarga tersebut adalah keluarga biasa, tidak memiliki kekuatan super, menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya.

Yang super adalah konflik yang mereka ciptakan sampai-sampai keempat keluarga tersebut saling berkaitan dan memiliki pengaruh kuat terhadap nasib satu sama lain.

Ulasan

1. Jajaran cast yang mengagumkan!

Empat keluarga dalam empat zona waktu (1921, 1954, 1987, 2020) memiliki pemeran yang sangat mirip dari satu waktu ke waktu lainnya.

Meski ada beberapa tokoh yang tidak mirip satu sama lain—seperti Katharina Nielsen 1987 ke 2020, Regina Tiedemann 1987 ke 2020, saya masih berdecak kagum terhadap upaya pengurus cast-nya dalam memilih pemeran, ketimbang menggunakan efek visual yang berlebihan seperti pada film Fan (2015), Gemini Man (2019), dan Irishman (2019).

Tak hanya soal perbedaan waktu, antar orang tua dan anak juga memiliki rupa yang mirip—kecuali Jonas Kahnwald, entahlah, saya tidak yakin dia anak Hannah dan Michael Kahnwald.

2. Penulisan naskah yang sungguh ribet tapi sangat rapi

Barangkali beginilah cara penulis Dark menggarap skenarionya:

  1. Mula-mula menciptakan bagan empat keluarga beserta beberapa keturunannya;
  2. Kemudian meletakkan keterangan waktu pada tiap-tiap generasi;
  3. Lalu menarik garis dari suatu karakter dari zamannya menuju zaman lain (untuk menciptakan konflik penjelajahan waktu), plus menarik garis dari satu karakter ke karakter lainnya dan membubuhi keterangan hubungan mereka;
  4. Setelah itu, barulah penulis menyusun serangkaian kejadian antar empat keluarga tersebut dalam bentuk narasi.

Cerita di Dark membuat saya teringat akan teka-teki Einstein yang sangat terkenal, tentang siapa yang memelihara ikan di antara empat orang tetangga, dan beliau yakin hanya 1 persen manusia yang bisa menjawab teka-tekinya.

Persoalannya memang sangat memusingkan jika dibaca secara lurus. Dan ternyata, cara menjawab teka-teki yang njelimet itu harus menggambarkannya dalam bentuk tabel!

Kisah empat keluarga di serial Dark juga seperti rubik yang sudah tepat pengelompokan warnanya: kita dapat menikmatinya dengan mudah dan tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Hanya saja seseorang berhasil mengacak-acak rubik itu dan membuat semuanya menjadi berantakan (waktu dan hubungan antar-keluarga).

Baca Juga:  Fantasy Island, Petualangan Indah Berujung Mimpi Buruk

3. Kita tak bisa menemukan di mana permulaannya

Ini menandakan bahwa Dark konsisten terhadap teorinya sendiri.

Sebelum tiba di episode 6 musim kedua, saya masih berpegang teguh bahwa segala keawut-awutan lini masa di serial ini disebabkan oleh Mikkel Nielsen yang pergi ke 1987 melalui Gua Winden.

Kalau Mikkel tidak menghilang, tentu keempat keluarga tersebut tidak akan geger. Eh, ternyata, penyebab Mikkel menghilang di situ “pecah” banget.

Dan setelah episode itu pula beberapa keganjilan dan pertanyaan yang sebelumnya bersarang di kepala menjadi jelas, walau masih membingungkan juga.

4. Desain produksi yang uwaw!

Pergantian zona waktu pada musim pertama tidak diberi keterangan sama sekali, dan ternyata itu tak masalah!

Pada masing-masing tahun kita diberi perbedaan pemandangan yang sangat signifikan: keadaan Winden pada 1921 tentu berbeda dengan 1954, dan seterusnya. (pada musim kedua, keterangan waktu itu perlu dituliskan mengingat jelang kejadian apokalips).

5. Dialog yang sangat mantap

Saya sempat berpikiran untuk berhenti mengikuti serial ini pada suatu waktu. Bukan karena membosankan, tapi karena otak saya merasa lelah menyimak peristiwa demi peristiwa yang terjadi.

Setiap ada misteri yang tersingkap, atau perjumpaan antartokoh tertentu, saya terpaksa menjeda video untuk memberi kesempatan buat otak berpikir “ini yang mana sih? Ini siapa sih? Kok bisa sih?”.

Namun, karena dialognya ditulis dengan sangat berbobot dan tidak terkesan buang-buang waktu, saya memutuskan untuk melanjutkan saja dan terkadang mencoba memaknai dialog yang keluar dengan kaitannya terhadap kehidupan nyata. Ternyata banyak pesan dan nilai moral yang dapat diserap!

Awas! Zona Spoiler!

1. Kenapa harus 33 tahun?

Pemilihan zona waktu yang ada di serial Dark tak seperti pada film atau serial lain yang bisa sesuka hati.

Dark berlandaskan pada teori “Kesejajaran Para Planet” di mana setiap 33 tahun sekali planet-planet yang ada di tata surya berada sejajar di satu garis lurus.

Teori Kesejajaran, menurut HG Tannhaus, mampu menciptakan lubang cacing yang kemudian dipancing dan diwujudkan dengan bantuan Apparatus (mesin waktu seperti Predestination), Partikel Tuhan (yang dibentuk oleh reaksi Cesium-137 di PLTN Winden), dan kursi elektrik (ciptaan Noah).

Baca Juga:  Men in Black: International, Plot Sederhana Namun Menghibur

2. Bagaimana bisa kisah Dark tidak memiliki awal mula?

Itulah yang kita sebut dengan Paradoks. HG Tannhaus, si pembuat jam, berkata bahwa waktu tidaklah linear, ia seperti sebuah siklus berbentuk lingkaran. Masa lalu, masa kini, dan masa depan berlangsung bersamaan. Itulah kenapa tak hanya masa lalu yang dapat mempengaruhi masa depan, tapi berlaku sebaliknya pula.

3. Siapa protagonis dan antagonis di serial ini?

Semuanya.

Sama seperti kita, masing-masing memiliki sisi terang dan sisi gelap. Lagi pula, baik-buruk itu tergantung sudut pandang.

Misalnya, bagi Regina, Ulrich, dan Katharina adalah orang jahat karena pernah menyiksa dia semasa sekolah.

Tapi bagi Mikkel, mereka adalah orang baik, karena berjuang mati-matian demi mencari kembali anaknya. Ini sama dengan situasi Noah. Tapi kalau berbicara tokoh utama, menurut saya bukanlah Jonas, tapi Waktu.

Itulah sebabnya pada credit title, nama-nama tokoh tidak ditampilkan menurut prioritas, tapi menurut waktu ia muncul di episode.

4. Bagaimana Charlotte Doppler bisa melahirkan dan dilahirkan ibunya?

Di antara banyaknya konsep kekerabatan yang nyeleneh dan menarik, konsep Charlotte-Elizabeth yang paling “kocak” dan paradoks.

Charlotte ternyata melahirkan Elizabeth yang merupakan anaknya, dan Elizabeth ternyata melahirkan Charlotte yang ternyata ibunya sendiri!

Noah remaja yang berasal dari 1921, pergi ke 2020 tepat pada waktu Apokalips untuk menyampaikan suatu pesan kepada Jonas 2020. Kemudian, agar terhindar dari malapetaka Apokalips, Noah bersembunyi di dalam bunker bersama Claudia Tiedemann beserta Elizabeth dan ayahnya.

Bisa jadi, dari sinilah hubungan Noah dan Elizabeth bermula hingga akhirnya mereka menjadi suami-istri dan melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Charlotte.

Kemudian, entah karena masalah apa, Charlotte kecil dibawa oleh ayahnya ke masa lalu dan diberikan kepada HG Tannhaus untuk dirawat.

Tentu saja Noah tak bisa merawat Charlotte karena ia memiliki misi khusus yang berasal dari Adam, ketua organisasi Sic Mundus.

Catatan: Season 3 menjadi season finale bagi Dark dan sedang dalam masa penggarapan.

Goroho.ID adalah media literasi nirlaba yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara, yang menyediakan platform untuk menulis. Kami menyajikan artikel yang ringan, menarik, dan informatif. Selengkapnya tentang kami bisa dibaca di sini

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.