Menilik Peluang Sulut United Bertahan di Liga 2

0

Liga 2 musim kompetisi 2019 ini sangat berarti banyak bagi para pencinta bola Sulawesi Utara. Ngoni pasti merasakan kebahagiaan yang sama dengan penulis ketika bulan Juni lalu mengetahui bahwa torang akan memiliki klub sepak bola di level profesional walaupun hanya berkompetisi di Liga 2, kan?

Ya, setelah sekian lama mati suri sejak terhempasnya trio Persma Manado, Persmin Minahasa, dan Persibom Bolaang Mongondow dari peta persepakbolaan nasional level tertinggi, akhirnya torang merasakan kembali euforia yang sudah lama hilang itu.

Sebenarnya Persma Manado (kini Persma 1960 Manado), Persmin Minahasa, dan Persibom Bolaang Mongondow masih terdaftar di PSSI dan masih berkompetisi sampai saat ini di Liga 3, yang merupakan level kompetisi terendah, tetapi tetap saja, hiruk pikuk dan perhatian para pencinta sepak bola di Liga 2 jauh lebih besar dibandingkan Liga 3 yang hanya dikelola “seadanya”.

Bogor FC

Adalah tim asal Bogor bernama Bogor FC yang menjadi musabab munculnya Sulut United. Singkatnya, setelah diterpa masalah internal, pemilik tim berjuluk Laskar Kujang ini menjual tim ke konsorsium lain yang kemudian memindahkan markas tim ke provinsi paling utara di pulau Sulawesi.

Sampai sekarang sebenarnya tim ini masih resmi bernama Bogor FC karena perubahan nama menjadi Sulut United harus melalui kongres PSSI. Namun, beberapa pihak sepakat menggunakan nama Bogor FC Sulut United sebagai nama sementara, yang dinilai lebih informatif.

Manajemen menunjuk pelatih berpengalaman Herry Kiswanto (Herkis) sebagai pelatih kepala didampingi seorang asisten yang juga seorang kawanua, yakni Leo Soputan. Persiapan tim sangat singkat dan dilakukan di Jakarta dengan waktu tenggat yang mepet karena Liga 2 akan dimulai kurang dari sebulan.

Awal yang Meyakinkan

Enam laga awal dilalui dengan cukup meyakinkan dengan hasil tiga kali menang, dua seri, dan sekali kalah yang sempat menjadikan tim berjuluk Gorango Utara ini sebagai penghuni papan atas wilayah timur serta membangkitkan asa untuk tampil di Liga 1 musim depan.

Namun, karena tidak bisa mengoptimalkan 8 partai tandang mereka yang hanya bisa meraih dua imbang dan enam kali kalah, posisi tim terus melorot hingga ke posisi kedua terbawah klasemen. Jurang degradasi pun terbuka lebar bagi Eksel Runtukahu dkk.

Sesuai Regulasi Liga 2 2019, akan ada lima tim secara keseluruhan yang akan terdegradasi ke Liga 3, yakni tiga tim terbawah wilayah barat dan dua tim terbawah wilayah timur.

Baca Juga:  Sulut United vs Persis Solo: Misi Tuan Rumah Bertahan di Liga 2

Pergantian Nakhoda

Serentetan hasil buruk, terutama di tur kalimantan, memaksa Herkis untuk mundur sebagai pelatih di awal bulan September 2019 dan digantikan oleh Ricky Nelson.

Di tiga partai perdananya, Ricky berhasil meraih empat poin hasil satu kali menang (Persis Solo, kandang), satu kali seri (PSBS Biak, tandang), dan satu kali kalah (Martapura FC, tandang).

Kemenangan atas tim sarat sejarah, Persis Solo, di partai teranyar yang berlangsung di Stadion Klabat pada Sabtu (28/9) lalu, benar-benar membuka asa tim satu-satunya asal Sulawesi yang berlaga di Liga 2 2019 ini dan mendongkrak posisi tim satu strip ke posisi kesembilan untuk bertukar posisi dengan Madura FC yang di pertandingan sebelumnya tumbang atas Persewar Waropen.

Sumber: detikmanado

Menilik Peluang Empat Tim Terbawah

Ada empat tim yang rawan terdegradasi ke Liga 3, yakni Persatu Tuban, Madura FC, Sulut United, dan Persiba Balikpapan.

Pertama, mari torang lihat lawan dari empat tim terbawah klasemen ini di sisa kompetisi:

Persatu Tuban: Persik (kandang,30/9), Mitra Kukar (kandang 8/10), Madura FC (tandang, 13/10), Persewar (tandang, belum ditentukan), dan PSIM (tandang, belum ditentukan)

Madura FC: Persik (tandang, 4/10), Persiba (tandang, 8/10), dan Persatu (kandang,13/10)

Sulut United: PSIM (tandang, 4/10), Persik (tandang, 8/10), dan Persewar (kandang, 13/10)

Persiba: Martapura FC (kandang, 3/10), Madura FC (kandang, 8/10), dan Mitra Kukar (tandang, 13/10)

Persiba Balikpapan memiliki peluang yang paling besar untuk bertahan di Liga 2, bahkan menembus putaran berikutnya, karena akan menghadapi dua dari tiga lawan tersisa di kandang sendiri. Dua pertandingan kandang ini diprediksi akan menjadi milik tim Beruang Madu. Prediksi poin di akhir kompetisi adalah 27.

Sulut United menyisakan tiga pertandingan dengan dua di antaranya akan tandang ke markas dua tim kuat, yakni PSIM dan Persik. Pertandingan terakhir menghadapi Persewar di kandang sendiri wajib dimaksimalkan oleh tim berlogo mirip Manchester City ini. Diprediksi akan kalah di dua partai tandang dan menang di kandang, poin Sulut United nanti adalah 23.

Madura FC akan melakukan dua partai tandang ke markas Persik dan Persiba. Sangat sulit bagi tim Laskar Jokotole untuk mencuri poin di sana. Harapan tiga poin ada di pertandingan terakhir menghadapi Persatu Tuban di kandang sendiri. Prediksi poin di akhir kompetisi adalah 20.

Baca Juga:  Sulut United Sukses Curi Satu Poin di Kandang PSBS Biak

Persatu Tuban masih akan melakoni lima partai lagi (dua kandang dan tiga tandang). Terbanyak di antara seluruh peserta karena memiliki dua partai tunda. Dua partai kandang melawan Persik Kediri dan Mitra Kukar adalah harapan poin terakhir bagi tim Laskar Ronggolawe. Prediksi poin di akhir kompetisi adalah 20.

Kunci Utama adalah Menang Atas Persewar Waropen

Kemenangan atas Persewar Waropen merupakan kunci utama Sulut United untuk bertahan di Liga 2 karena jika kalah maka diprediksi poin akan sama dengan milik Madura FC dan Persatu Tuban yakni 20.

Hal ini berarti, sesuai regulasi Liga 2 (dan juga Liga 1), jika ada dua atau lebih tim dengan poin yang sama maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah poin yang lebih tinggi, dihitung dari pertandingan antara klub-klub yang poinnya sama.
  2. Jika masih sama, akan dilihat dari selisih gol dari hasil pertandingan diantara klub tersebut.
  3. Jika masih sama juga, opsi ketiga adalah gol memasukkan.
  4. Opsi terakhir adalah berapa banyak gol tandang yang tercipta.

Skenario di atas masih sulit diprediksi siapa yang akan unggul karena pertandingan masih berlangsung. Namun jika dihitung berdasarkan kondisi saat ini, maka poin yang diperoleh adalah:

  • Sulut United lima poin (empat poin menghadapi Persatu Tuban dan satu poin menghadapi Madura FC) dengan selisih satu gol.
  • Madura FC empat poin (empat poin menghadapi Sulut United dan masih akan menghadapi Persatu Tuban di partai terakhir) dengan selisih sementara nol gol.
  • Persatu Tuban empat poin (tiga poin menghadapi Madura FC dan satu poin menghadapi Sulut United) dengan selisih sementara minus satu gol.

Jangan lupa juga, jika seandainya hanya Sulut United dan Madura FC yang memiliki poin sama, maka dipastikan tim Sulawesi Utara kalah head to head dengan Madura FC.

Sampai dengan artikel ini naik tayang, yang dipastikan degradasi ke Liga 3 baru Blitar Bandung United di wilayah barat.

Tentu torang tidak berharap jika nasib Sulut United harus ditentukan dengan aturan di atas, namun jika berhasil menang atas Persewar Waropen, maka misi bertahan di Liga 2 akan tercapai sambil mempersiapkan tim untuk musim depan dengan target yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.