Mengenal Nestor Pitana, Wasit Asal Argentina yang akan Memimpin Partai Final

0
Nestor Pitana
Sumber gambar: fifa.com

Untuk kedua kalinya dalam sejarah Piala Dunia FIFA, pria yang sama akan memiliki tanggung jawab serta kehormatan untuk menjadi wasit pada pertandingan pembukaan dan Final.

Wasit yang dimaksud tidak lain adalah wasit asal Argentina, Nestor Pitana,  yang ditemani oleh Hernan Maidana dan Juan Pablo Belatti, menyamai prestasi yang dicapai oleh rekan senegaranya, Horacio Elizondo, di Jerman 2006.

Ketiganya akan memimpin Final Piala Dunia Rusia 2018 antara Prancis dan Kroasia pada hari Minggu di Stadion Luzhniki di Moskow.

Pitana, seorang guru pendidikan jasmani berusia 43 tahun, telah memimpin empat pertandingan di Rusia 2018, dua di fase grup pada partai Rusia vs Arab Saudi (Pembukaan) dan Meksiko vs Swedia, dan dua di fase gugur pada babak 16 besar antara Kroasia dan Denmark , serta perempat final antara Uruguay dan Prancis.

Pitana telah menjadi wasit internasional sejak tahun 2010. Dia adalah wasit Argentina kedua yang berpartisipasi dalam dua Piala Dunia setelah Norberto Coerezza, yang mengawasi dua pertandingan pada tahun 1970 dan satu pada tahun 1978. Setelah Horacio Elizondo pada tahun 2006, ia menjadi wasit Argentina kedua yang memimpin Final Piala Dunia.

Pitana adalah salah satu wasit paling berpengalaman di Amerika Selatan dan juga memiliki pengalaman memimpin pertandingan di level remaja.

Tiga pertandingan di Piala Dunia U-17 pada 2013 kemudian dilanjutkan di tahun berikutnya pada Piala Dunia Brasil, di mana Pitana memimpin empat pertandingan, termasuk partai Prancis vs Jerman di perempat final.

Pada 2015, dia dipanggil untuk yang pertama kalinya untuk menjadi wasit di Copa America. Pitana juga menjadi wasit pada final Supercopa Argentina yang mempertemukan River Plate dan Huracan.

Pitana kembali ke Brasil pada tahun 2016 untuk Turnamen Sepak Bola Olimpiade, di mana dia memimpin pertandingan semifinal antara Jerman dan Nigeria. Pada 2017 ia memimpin semifinal Piala Konfederasi antara Jerman dan Meksiko.

Hanya beberapa jam setelah pengumuman itu dibuat, pria 43 tahun tersebut beserta dua asistennya, berbicara secara eksklusif dengan FIFA.com. Mereka mendiskusikan emosi yang mereka alami, tantangan yang menanti mereka di Moskow dan persiapan yang diperlukan untuk mengambil tugas penting semacam itu.

Baca Juga:  Argentina vs Nigeria: Kemenangan Merupakan Keniscayaan bagi La Albiceleste

Nestor, selamat atas penunjukan Anda. Bagaimana Anda menggambarkan momen ini?
Nestor Pitana: Sangat sulit menjelaskannya. Perasaan itu, kegembiraan itu. Mungkin saya bisa membandingkannya dengan momen ketika saya diberitahu bahwa saya akan menjadi seorang ayah. Dalam hal pengorbanan, serta tanggung jawab yang yang harus diemban.

Untuk anak-anak yang mencintai sepak bola, Final Piala Dunia adalah impian. Tim kami telah bekerja sangat keras untuk mencapai hal ini. Kami telah berhasil mencapai salah satu pencapaian terbesar di dunia perwasitan. Dan sekarang kami ingin menyelesaikan pekerjaan, dengan cara sebaik mungkin.

Apa kunci untuk menerima kehormatan seperti itu?
Juan Pablo Belatti: Bekerja dan lebih banyak bekerja. Kami telah menginvestasikan banyak waktu kami dalam sesuatu yang membuat kami bersemangat. Menghabiskan waktu dengan jauh dari teman dan keluarga kami.

Kami memasukkan banyak energi ke dalamnya. Apa yang kami rasakan ketika mereka mengumumkan nama kami, campuran emosi yang mengaliri tubuh kami, hanya orang yang mengalami rutinitas sehari-hari dari profesi ini yang dapat menjelaskannya. Kami sangat senang dan sangat berkomitmen.

Pertandingan akan menampilkan dua tim hebat, Prancis dan Kroasia. Apa pendapatmu tentang mereka?
Hernan Maidana: Keduanya adalah tim besar yang berhasil mendapatkan tempat mereka melalui kerja keras, melalui perencanaan yang matang. Mereka mendapatkannya, mereka layak mendapatkannya. Dan itu cerita yang serupa untuk kita.

Baca Juga:  Pratinjau: Brasil vs Swiss

Kami telah bekerja sangat keras untuk mencapai hal ini. Sama seperti mereka mendapat tantangan mereka, kami juga memilikinya. Tim yang kami bangun ini memiliki peluang besar. Dan melakukan pekerjaan yang biasa tidak akan cukup, kita harus melakukan pekerjaan yang luar biasa.

Apakah ada rahasia khusus untuk partai Final Piala Dunia?
Pitana: Saya kira tidak. Kami tidak akan mengubah apa yang telah kami lakukan hingga sekarang. Kami akan sangat fokus seperti biasanya, itulah yang membuat kami di sini.

Belatti: Saya tidak akan mengatakan kalau kami percaya dengan takhayul, namun kami memiliki ritual dan kebiasaan tertentu. Kami akan tetap berpegang pada kebiasaan itu karena begitulah kami.

Sepanjang jalan kami selalu bersama pasangan kami, musik, dan lelucon untuk membantu kami merasa nyaman. Pelukan aneh, kata-kata motivasi, sekilas pandang yang selalu mengingatkan bahwa kami ada untuk saling membantu.

Begitulah cara kami bekerja dan kami tidak akan mengubahnya. Kami akan memberikan semua yang telah kami berikan hingga sekarang dan lebih banyak lagi. Tetapi dalam hal persiapan, kami akan melanjutkan dengan cara yang sama.

Kami tahu bahwa Anda sangat menyukai musik, seperti yang Anda sebutkan tadi. Jadi, ritme apa yang cocok untuk saat ini?
Pitana: Saya suka semua musik, dari reggae sampai ke sesuatu yang lebih klasik. Tetapi pada saat seperti ini, ritme yang cocok adalah campuran. Rasa bahagia itu begitu hebat hingga saya tidak bisa menggambarkannya. Saya akan mengatakan bahwa campuran ritmenya begitu besar sehingga kita akan membangkitkan gaya baru yang belum pernah didengar sebelumnya (tertawa).

Sumber: fifa.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.