Goodbye Christopher Robin: Kisah Inspirasi Winnie The Pooh

0
goodbye christopher robin
Sumber gambar: www.thewrap.com

Winnie the Pooh, atau biasa dipanggil dengan Pooh, adalah karakter beruang fiksi terkenal yang merupakan antropomorfisme (atribusi karakteristik manusia ke makhluk bukan manusia) dari boneka Teddy Bear.

Pooh hidup di hutan bersama-sama dengan para sahabat baiknya, seperti Piglet si babi, Tiger si macan, Rabbit si kelinci, Kanga si kanguru, Eeyore si keledai, dan Christopher Robin, satu-satunya yang berwujud manusia.

Saling tolong menolong, penuh kepedulian, dan persahabatan antara mereka sangatlah tulus dan mengharukan. Karena alasan itulah PBB menjadikan karakter Winnie the Pooh sebagai Duta Persahabatan Dunia pada tahun 1997.

Kita umumnya mengenal kisah Pooh dan para sahabatnya lewat seri kartun produksi Disney. Namun sejatinya, kisah tersebut merupakan adaptasi dari buku terkenal karangan A.A. Milne berjudul sama, Winnie the Pooh (1920).

Menariknya, buku tersebut, baik karakter dan basis cerita, merupakan buah pikiran putranya, Christopher Robin Milne, yang juga menjadi salah satu karakter dalam cerita.

***

Goodbye Christopher Robin”merupakan film buatan Inggris yang direncanakan tayang pertama kali di negara asalnya pada tanggal 29 September 2017. Film ini menceritakan kisah di balik penulisan buku Winnie the Pooh oleh A.A.Milne, dengan berlatar Inggris di era pascaperang dunia pertama.

Baca Juga:  Inggris vs Kolombia: Mengukur Kehebatan Sesungguhnya Para Singa Muda

Film ini diarahkan oleh Simon Curtis, sutradara yang sebelumnya banyak terlibat dalam film serial televisi Inggris serta dibintangi oleh aktor Irlandia, Domhnall Gleeson (Star Wars: The Force Awakens, The Revenant) sebagai A.A. Milne, dan Margot Robbie (Suicide Squad, The Legend of Tarzan) berperan sebagai istrinya, Daphne.

Will Tilston dan Alex Lawther berperan sebagai Christopher Robin Milne saat berusia delapan tahun dan remaja.

Berikut adalah trailer resmi dari film “Goodbye Christopher Robin”.

Dikisahkan seorang prajurit bernama A.A. Milne kembali ke keluarganya setelah perang dunia pertama berakhir. Blue, sapaan akrab dari Milne, menderita penyakit trauma yang dinamakan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang sangat umum dialami oleh hampir semua prajurit setelah perang.

Kondisi ini menyebabkan Blue sering tiba-tiba panik dipicu oleh trauma masa lalu, seperti saat dirinya disorot lampu panggung dan tiba-tiba terbawa ke ingatan masa lalu di suatu pertempuran malam hari dengan ledakan mortar.

Atau suara sekumpulan lebah yang mengingatkannya pada suara lalat yang beterbangan di atas jenazah para prajurit.

Blue berniat menulis buku tentang peperangan dan untuk itu dia memboyong istri dan anaknya beserta seorang pengasuh anak bernama Olive (Kelly MacDonald) ke sebuah desa bernama Sussex.

Baca Juga:  Sebelum Iblis Menjemput: Ayat Dua, Seru dan Memacu Adrenalin

Daphne membelikan sekumpulan mainan untuk Billy Moon (begitu semua orang memanggil Christopher Robin), yang merupakan mainan berbentuk beruang, babi, kelinci, macan, kanguru, dan keledai, yang nantinya mainan-mainan tersebut akan menjadi sangat terkenal di kemudian hari.

Suatu ketika, Daphne bepergian ke London dan di saat bersamaan Olive sedang cuti, sehingga meninggalkan ayah dan anak tersebut berdua di rumah.

Disinilah bermula percakapan antara mereka berdua yang kemudian menginspirasi Blue untuk menulis buku fiksi, ketimbang meneruskan menulis buku tentang perang yang sementara dikerjakannya.

Sang ayah menuangkan cerita imajinasi Christopher Robin bersama mainan binatangnya dalam buku berjudul Winnie the Pooh.  Dan ternyata, buku tersebut sukses besar.

Kesuksesan tersebut membawa keluarga Milne ke babak baru kehidupan mereka. Christopher Robin begitu dicintai publik dan menjadi tumbal popularitas buku ayahnya karena dieksploitasi habis-habisan oleh media, walaupun dia melakukannya dengan senang hati asalkan orang tuanya bahagia.

*****

Film ini sangat menarik untuk disaksikan, terlebih sebagian dari kita (mungkin) memiliki ikatan psikologis yang begitu kuat dengan karakter Pooh dan teman-temannya.

***

“Madu, mana madu?” tanya Pooh yang gendut itu pada si babi kecil, Piglet.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.