Format, Regulasi, dan Hak Siar Liga 2 2020

0
Sumber: Indosport

Intermezzo

Liga 2 musim 2020 akan menjadi musim keempat dengan nama saat ini (baca: Liga 2) dan musim ke-11 untuk struktur liga sebagai kompetisi level kedua di Liga Indonesia.

Liga 2 musim pertama (2017) dijuarai oleh Persebaya, musim kedua (2018) dijuarai oleh PSS, dan musim ketiga (2019) dijuarai oleh Persik.

Musim lalu, Liga 2 2019 diikuti oleh 23 tim, terbagi atas 12 tim di wilayah barat dan 11 tim di wilayah timur. Selain Persik, dua tim lain yang juga turut promosi ke Liga 1 2020 adalah Persita dan Persiraja.

Sedangkan lima tim yang degradasi ke Liga 3 adalah Persibat, PSGC, Bandung United, Madura FC, dan Persatu.

Format Kompetisi Liga 2 2020

Musim ini, Liga 2 mengalami perubahan dalam hal format kompetisi. Sedangkan untuk regulasi tidak ada perubahan signifikan.

Masih seperti musim-musim sebelumnya, akan dipilih 3 tim terbaik yang akan promosi ke Liga 1 dan 6 tim terburuk degradasi ke Liga 3.

Babak awal kompetisi, seluruh tim peserta akan dibagi dalam dua wilayah, yakni barat dan timur.

Tiap wilayah akan diisi oleh 12 tim sehingga total peserta musim ini adalah 24 tim (musim lalu 23 tim). Kompetisi akan menggunakan sistem double round-robin atau kompetisi penuh.

Baca Juga:  Kemenangan Penting Sulut United atas PSIM Yogyakarta

Babak 8 besar, yang merupakan kumpulan 4 tim peringkat terbaik di masing-masing klasemen wilayah, yang lazim digunakan pada kompetisi-kompetisi sebelumnya, tidak akan digunakan lagi di musim ini.

Masing-masing juara grup di wilayah barat dan timur akan langsung promosi ke Liga 1 musim depan. Namun sebelumnya, kedua tim akan dipertemukan di babak selanjutnya, yakni babak final untuk menentukan juara dan runner-up.

Satu slot promosi tersisa akan diperebutkan oleh runner-up di masing-masing wilayah sekaligus memastikan posisi ketiga Liga 2 2020.

Sedangkan tiga tim terbawah di masing-masing wilayah akan terdegradasi ke Liga 3.

Pembagian Tim Menurut Wilayah

Enam tim yang berhasil promosi dari Liga 3 2019 adalah Persijap, PSKC, KS Tiga Naga, Persekat, Putra Sinar Giri Gresik FC, dan PS Hizbul Wathan (musim lalu bernama Semeru FC).

Tiga tim yang terdegrasi dari Liga 1 2019 adalah Badak Lampung, Kalteng Putra, dan Semen Padang.

Sedangkan 15 tim sisanya merupakan peserta Liga 2 2019 yang bertahan. Berikut pembagian Wilayah:

Barat

  1. Babel United
  2. Badak Lampung
  3. Cilegon United
  4. Tiga Naga
  5. Persekat
  6. Perserang
  7. PSIM
  8. PSKC
  9. PSMS
  10. PSPS
  11. Semen padang
  12. Sriwijaya

Timur

  1. Kalteng Putra
  2. Martapura
  3. Mitra Kukar
  4. Persewar
  5. Persiba
  6. Persijap
  7. Persis
  8. PSHW
  9. PSBS
  10. Sulut United
  11. PSG Gresik
  12. PSCS
Baca Juga:  Rafli Mursalim, Penyerang Jebolan Liga Santri

Kick-off dan Regulasi

Kick-off rencananya akan digelar pada 13 Maret 2020, namun pertemuan seluruh manajer tim baru akan dilangsungkan pada 6 Maret 2020 untuk membahas kesiapan akhir seluruh tim peserta.

Masih sama dengan musim sebelumnya, penggunaan pemain asing masih diharamkan oleh operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT. LIB).

Setiap tim bisa mendaftarkan hingga 30 pemain. Tiga di antaranya boleh berusia di atas 35 tahun.

Untuk sistem pemeringkatan di klasemen akan mengikuti urutan berikut:

  1. Jumlah poin
  2. Head to head
  3. Selisih gol
  4. Jumlah memasukkan gol
  5. Undian

Hak Siar Liga 2 2020

Akan ada perubahan pemegang hak siar di musim ini. Jika di musim sebelumnya dipegang oleh TV One, maka di musim ini oleh MNC Media. Dikabarkan MNCĀ akan menyiarkan sebanyak 62 pertandingan.

Sebagai informasi, MNC Media memiliki beberapa platform, yakni MNC Vision dan K-Vision (keduanya Pay TV); RCTI, GTV, dan iNews (FTA); MNC Play (IPTV dan Internet Broadband); dan produk turunan seperti RCTI+ dan Vision+ (keduanya OTT).

Sumber: nawalakarsa

Untuk platform yang akan menayangkan Liga 2 2020 belum dikonfirmasi secara detail oleh pihak MNC.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.