Bohemian Rhapsody, Film Biopic Band Legendaris Queen

0
Bohemian Rhapsody
Sumber gambar: IMDB

(if you are a fan, you won’t be here for my review)

Artikel ini mengandung bocoran cerita (spoiler alert)

Biopic

Orang berekspektasi bahwa pastilah film ini bercerita tentang dokumentasi band legendaris Queen. Misalnya: bagaimana mereka terbentuk, sumber inspirasi dari karya-karya masterpiece mereka, atau (bahkan) kisah yang lebih otentik tentang semua personilnya.

Memang hal-hal tersebut masuk dalam suguhan adegan dari film yang aslinya berdurasi 134 menit ini (kalo di Indonesia tayang gak sampe 134 menit karena banyak adegan &^@#%% yang kena sensor, lol ).

Tapi sepertinya plot film lebih berorientasi tentang kehidupan pribadi seorang Freddie Mercury yang didramatisir untuk kebutuhan cerita (however IMDb memberikan rating 8.4/10 untuk biopic yang satu ini).

Sutradara Bryan Singer mengarahkan awal film sampai hampir memasuki pertengahan. Diakui oleh pihak produksi, bahwa terjadi konflik antara Bryan dan Rami (pemeran Freddie) sehingga Dexter Fletcher didapuk sebagai sutradara pengganti yang menyelesaikan film ini

Pada bagian awal film, cerita dan adegan terasa sangat rapi dan beraturan,  memasuki bagian pertengahan terkesan beberapa adegan ditampilkan secara terburu-buru.

Bahkan penampilan lagu-lagu masterpiece mereka sebagian terkesan sebagai medley daripada dikemas sebagai true greatest collection (seperti drama musikal pada umumnya). Tetapi tetap saja Bohemian Rhapsody secara keseluruhan digarap dengan sangat baik.

Identitas

Adalah seorang pemuda berdarah Persia bernama Farrokh Bulsara, bekerja sebagai petugas bagasi bandara Heathrow pada tahun 1970an. Farrokh kemudian mengganti namanya menjadi Freddie, dan dilegalkan sebagai Freddie Mercury (Rami Malek).

Baca Juga:  Annabelle Comes Home, Film Horor yang Menyenangkan

Freddie muda selalu mengikuti pertunjukan dari band SMILE yang ketika itu beranggotakan Brian May (Gwilym Lee) sebagai pemain gitar, Roger Taylor (Ben Hardy) sebagai pemain drum, dan Tim Staffel (Jack Roth) sebagai vokalis.

Pada April 1970, Tim memilih keluar dari SMILE, dan Freddie dengan gayanya yang nyentrik menawarkan diri untuk menjadi vokalis baru mereka.

Bukan hanya berhasil menjadi vokalis dari band yang dikaguminya, Freddie juga secara berhasil menaklukkan hati Mary Austin (Lucy Boynton) seorang wanita cantik, elegan, dan pintar, yang kemudian digambarkan sebagai cinta sejati sang legenda.

Sumber gambar: IMDB

Freddie yang selalu tampil flamboyan, eksentrik, dan energik, berhasil mencuri perhatian para penggemar SMILE. Dia diterima dengan sangat baik oleh mereka.

The Queen’s Born

Setelah menjual mobil van milik Brian, mereka kemudian menggunakan uang tersebut untuk menyewa studio rekaman dan membuat album perdana mereka (adegan yang menampilkan proses rekaman ini sungguh sangat menarik).

Album rekaman yang mereka produseri sendiri, menarik perhatian John Reid (Aidan Gillen) yang kemudian memanajeri mereka. John mengantarkan mereka pada kontrak dengan Ray Foster (Mike Myers), sang eksekutif pada label rekaman EMI Records.

Apakah arti dari Bohemian Rhapsody?

Pertanyaan yang sama dilontarkan oleh Ray Foster kepada mereka saat mereka menyuguhkan rekaman berdurasi 5 menit 55 detik ini , yang kemudian dijawab oleh Brian May bahwa lagu ini seakan adalah misteri.

Tetapi ada sepersekian detik adegan dalam film yang menyiratkan tentang jawaban dari pertanyaan tersebut. Pesan yang sampai kepada penulis adalah bahwa arti dari lagu ini sebenarnya tentang hal-hal yang ingin disingkapkan oleh penciptanya sendiri (bukannya ingin berspekulasi, tetapi lagu ini terdengar sangat abstrak, perih, liar, dan bebas, sama seperti Freddie).

Baca Juga:  The Lion King, Film Nostalgia dengan Visualisasi Sempurna

Live Aid

Konser Live Aid
Sumber gambar: IMDB

Konser Queen untuk Live Aid menjadi klimaks sekaligus penutup film ini. Adegan ini dieksekusi sangat apik dan memorable, benar-benar menampilkan keadaan sebenarnya dari konser tahun 1985 tersebut.

Lihatlah gelas bir dan Pepsi di atas piano, serta gesture Freddie selama konser berlangsung, dan bandingkan dengan video aslinya yang bisa dilihat di Youtube.

Dampak dari adegan ini memberikan vibes yang cukup menyesakkan dada ketika beranjak keluar dari studio.

Freddie and Rami

Memerankan sosok legenda yang ikonik dan kontroversial, pastinya memiliki tekanan yang sangat berat bagi setiap aktor yang berusaha mentransformasi dirinya menjadi karakter tersebut.

Tetapi terlepas dari segala ekspektasi dan kontroversi yang ada, Rami Malek patut diacungi jempol atas usahanya menghidupkan kembali sosok Freddie Mercury.

Bagi para fans, selamanya Freddie akan dikenang sebagai seorang legenda, music genius, dan orang yang paling jujur dalam berekspresi.

Sumber gambar: IMDB

Rating

IMDB: 8,4/10 || Rotten Tomatoes 60%

  • Rating: PG-13 (unsur narkoba, isu homoseksualitas)
  • Genre: Drama
  • Sutradara: Bryan Singer
  • Penulis: Anthony McCarten
  • Tayang: 2 November 2018
  • Durasi: 134 menit
  • Studio: 20th Century Fox

Goroho.ID adalah media literasi nirlaba yang berbasis di Manado, Sulawesi Utara, yang menyediakan platform untuk menulis. Kami menyajikan artikel yang ringan, menarik, dan informatif.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.