Ant-Man and the Wasp : Minim Konflik, Maksimal Seru

0
Ant-Man and the Wasp
Sumber gambar: Marvel Entertainment

Setelah membuat deg-degan para fans Marvel dengan pemusnahan besar-besaran yang dilakukan oleh Thanos dan betapa sangat menggantungnya ending dari Avengers: Infinity Wars, Marvel Studio kembali menggoda para penggemar setianya dengan sekuel dari film Ant Man yakni Ant-Man and the Wasp, yang dirilis mulai Rabu 4 Juli 2018 di bioskop-bioskop Indonesia.

Plot Cerita
Mengambil latar belakang kejadian 2 tahun setelah Captain America : Civil War dan sementara berlangsungnya Avengers: Infinity War, Scott Lang (Paul Rudd) dihukum tahanan rumah selama 2 tahun karena keterlibatannya membantu Captain America (Chris Evans) melawan pemerintah.

Lang tetap menerima hukuman sebagai tahanan rumah demi bisa tetap dekat dengan putri semata wayangnya, Cassie  (Abby Ryder Fortson), dan dengan sedemikian rupa berusaha untuk menikmati masa hukumannya.

Sumber gambar: Marvel Entertainment

Jatuhnya hukuman terhadap Lang pun ternyata berdampak pada dua rekannya, Hope Van Dyne (Evangeline Lily) dan Hank Pym (Michael Douglas). Ayah dan anak itu dijadikan buronan oleh FBI karena kepemilikan properti dan teknologi dari Ant Man yang bernama Partikel Pym.

Keberhasilan Lang keluar dari Quantum Realm membawa angin segar bagi Hank dan putrinya tersebut pada usaha mereka untuk menemukan dan membawa kembali Janet (Michelle Pfeiffer), istri Hank yang terjebak di dunia sub-atom semasa mereka masih aktif sebagai Ant-Man dan the Wasp yang pertama.

Berstatus sebagai buronan yang tidak terlacak, Hank dan Hope berhasil menciptakan suatu alat yang disebut Quantum Tunel yang bisa membawa siapapun masuk ke dalam Quantum Realm.

Baca Juga:  1917, Film Perang Dramatis dengan Visual Memukau
Sumber gambar: Marvel Entertainment

Ulasan
Tidak seperti kisah cerita pahlawan super Marvel lainnya, alur cerita dari Ant Man and the Wasp sangatlah ringan sehingga penonton bisa lebih rileks ketika menyaksikan film ini, hanya saja karena konflik yang disuguhkan tidak terlalu serius membuat film ini dianggap kurang gahar  jika dibandingkan dengan konflik pada Avengers: Infinity War.

Sedikit konflik tetapi tidak mengurangi keseruan film ini. Kehebatan Sutradara Peyton Reed dalam menginterpretasikan imajinasinya patut diacungi jempol. Sangat sulit menebak adegan selanjutnya jika dibandingkan dengan film sebelumnya, Ant-Man.

Reed berhasil memaksimalkan kemampuan dan potensi dari Ant Man dan the Wasp yang sangat mulus dan lincah sewaktu membesarkan dan mengecilkan ukuran tubuh mereka (kecuali adegan malfungsi kostumnya Lang).

Bahkan dialog yang sarat akan sarkasme selalu berhasil membuat penonton berdecak kagum bahkan tertawa. Beberapa keseruan adegan film Ant Man yang berhasil saya perhatikan adalah:

Pertama, ketika Hope mengendarai mobil yang dibuat mini seukuran Hot Wheels. Sumpah ini unik banget!

Kedua, adu balapan antara Hope dan Luis (Michael Pena), versus anak buah Sonny Burch (Walton Goggins), sensasi The Fast and Furious-nya dapet, tapi dibumbui sesuatu yang fresh.

Sumber gambar: Marvel Entertainment

Ketiga, kepiawaian dan kegilaan Luis mengendarai koleksi mobil mininya Hank (disponsori oleh Hyundai). Keempat, kekonyolan Ant-Man yang mengendarai Scooter Truck karena kostumnya mengalami malfungsi.

Sumber gambar: Marvel Entertainment

Kelima, adegan Ant Man yang tenggelam. Keenam, sensasi ketika Hank sesaat memasuki Quantum Realm (sayangnya sangat singkat). Kedelapan, pertarungan the Wasp di dapur restoran.

Baca Juga:  Sonic The Hedgehog, Film Live-Action yang Menghibur
Sumber gambar: Marvel Entertainment

Sosok Villain
Kali ini sosok villain yang harus dihadapi oleh Ant Man dan the Wasp adalah Ava/The Ghost (Hannah John-Kamen), karakter yang baru diperkenalkan dalam Marvel Cinematic Universe (MCU), yang membuat cerita film ini terasa segar.

The Ghost hanyalah seorang wanita biasa yang memiliki penyakit gangguan kuantum (sebenarnya ini adalah kekuatan super layaknya seorang mutan). Sosok villain lainnya adalah Sonny Burch, seorang penjahat kelas teri, makelar teknologi.

Sumber gambar: Marvel Entertainment

Kedua sosok jahat ini kemungkinan menjadi villain terlemah dalam sejarah MCU. Satu hal yang paling menarik perhatian saya dari film ini adalah kemunculan Janet Van Dyne.

Ibu dari Hope ini menjelaskan bahwa terkurung dalam Quantum Realm selama tiga dekade telah mengubahnya seperti dijelaskan pada dialog: “It changes you. Adaptation is part of it, but it’s more… evolution.”

Bahkan Janet seperti memiliki kemampuan unik ketika dia berhasil merasuki pikiran Lang, ketika dia bisa menenangkan Hank di dalam Quantum Realm, dan ketika dia berhasil menenangkan atau meredam penyakit The Ghost yang  kambuh.

Konon, katanya film Ant Man and The Wasp ini menjadi jembatan menuju ke Avengers 4. Bagi kalian penggemar Marvel yang bertanya-tanya kemana Lang, Hope, dan Hank saat Avengers: Infinity War berlangsung, atau mengapa film ini disebut sebagai jembatan menuju ke Avengers 4, pastikan kamu menyaksikan post-credit film Ant Man and the Wasp pada akhir filmnya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.